Sukses

35 Daerah Tangsel Ini Rawan Bencana Saat Cuaca Ekstrem, di Mana Saja?

Liputan6.com, Tangerang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat, adanya 35 titik lokasi rawan bencana ketika musim cuaca ekstrem di wilayahnya.

"Kita masih mengacu pada data terdahulu, ada 35 titik lokasi rawan bencana yang mesti kami waspadai," jelas Kepala Pelaksana BPBD Tangsel, Uci Sanusi, Jumat (23/9/2022).

Dari ke-35 titik lokasi rawan bencana adalah kejadian bencana alam yang diakibatkan faktor cuaca seperti banjir dan tanah longsor. Adapun untuk titik lokasi banjir yang paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Pondok Aren, seperti perumahan Pondok Maharta, Kampung Bulak, Pondok Kacang Prima.

"Untuk wilayah rawan longsor itu berada di wilayah Kecamatan Setu, Serpong, Pamulang dan di wilayah Ciputat Timur itu wilayah Cirendeu," ungkapnya.

Siaga bencana alam tersebut, BPBD lakukan kesiapsiagaan, saat ini terus dilakukan penambahan termasuk jumlah perahu karet yang berjumlah 9 unit, ditambah peningkatan jumlah personel dan relawan yang siap membantu masyarakat 24 jam.

"Kalau tenda, tidak ada peningkatan, sejauh ini masyarakat lebih memilih stay di rumah. Tenda-tenda kita agak besar, sulit pemasangan di sekitar rawan banjir. Perahu total ada 9," katanya.

Sebelumnya hujan deras yang disertai dengan angin kencang, sempat menerjang kawasan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Akibatnya atap ratusan rumah dan tembok milik warga, alami rusak parah.

Terbanyak, ratusan rumah warga yang berada di Kelurahan Ciputat. Tercatat, ada 213 rumah yang rusak akibat hujan deras yang disertai angin kencang tersebut.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Ratusan Rumah Rusak

"Sehingga total, data terbaru pagi ini rumah rusak sebanyak 401," ungkap Lurah Ciputat, Tangerang Selatan, Iwan Pristiasya, Selasa (20/9/2022).

Menurut dia, mayoritas kerusakan rumah warga sekitar akibat diterjang angin kencang pada bagian atap. Lalu ada juga bangunan sekolah, dua taman bacaan masyarakat, tempat ibadah, dan satu mobil.

"Rata-rata kondisi rusak ringan. Karena memang kebanyakan pakai asbes," kata Iwan.

Dia bersama petugas gabungan sudah mendatangi kediaman rumah warga terdampak angin kencang. Warga yang rumahnya rusak kini sudah mulai merapikan genting.

"Saya lagi mengupayakan agar warga bisa segera mendapat bantuan bahan makanan," ujar Iwan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS