Sukses

Diabetes Mengancam Anak Muda, Gaya Hidup Tak Sehat Penyebabnya

Liputan6.com, Jakarta - Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang tidak boleh diabaikan dan dapat terjadi kepada siapa aja. Diabetes terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup.

Spesialis Gizi Klinik di RSIA Melinda 1, Bandung Johanes Chandrawinata menyatakan gaya hidup berperan penting dalam munculnya diabetes tipe dua untuk usia muda. Gaya hidup tak sehat ini meliputi kurangnya aktivitas fisik hingga asupan kalori yang berlebihan.

Johanes menyebut, asupan kalori yang berlebihan menyebabkan kegemukan yang memiliki risiko tinggi pada tubuh.

"Kegemukan dari sejak anak kecil itu tidak baik untuk kesehatan karena ada meningkatkan risiko berbagai penyakit yang paling utama adalah diabetes tipe 2," kata Johanes kepada Liputan6.com.

Olahraga, kata Johanes merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk pencegahan diabetes pada usia muda. Yaitu berolahraga sedikitnya tiga jam selama sepekan. Kemudian dia juga mengimbau agar orang menghindari untuk bermain game yang terlalu lama di depan komputer ataupun smartphone.

Hal itu, kata dia akan memicu kegemukan pada seseorang yang tidak melakukan aktivitas fisik seperti halnya olahraga. Sementara untuk asupan makanan, jangan mengkonsumsi makanan yang berlebih kadar gula dan lemaknya.

"Jadi hindari makanan yang terlalu banyak lemak, yang digoreng atau lemak pada hewan kulit jadi juga yang menghindari minuman yang terlalu manis," ucapnya.

Makanan manis tersebut, menurut Yohanes, misalnya jus buah yang ditambahkan dengan gula. Johanes menganjurkan buah yang dikonsumsi setiap hari dalam bentuk potongan dan dalam jumlah yang tidak berlebihan.

"Apa-apa yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan. Karena buah mengandung gula buah, kelebihan asupan gula buah itu dapat menimbulkan trigliserida tinggi asam urat tinggi selain juga kalorinya tentu akan menyebabkan kegemukan," ujar dia.

 

2 dari 4 halaman

Peningkatan Diabetes

Sementara itu, data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat pada 2020, jumlah pengidap diabetes melitus di Kota Bandung mencapai 43.906 orang. Jika tak segera ditangani, diabetes bisa menyebabkan kebutaan, gagal ginjal, serangan jantung stroke, dan amputasi.

Dokter spesialis penyakit dalam, Rulli Rosandi menjelaskan, pengidap diabetes atau diabetes di Indonesia terus meningkat. Hal ini terlihat dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional dari tahun ke tahun.

Bila pada 2007 persentase pasien diabetes sebesar 5,7 persen, meningkat menjadi 6,9 persen pada 2013. Lima tahun kemudian atau pada 2018 terjadi lagi peningkatan menjadi 10,9 persen.

Menurut Rulli, apabila jumlah penduduk Indonesia saat ini sebanyak 250 juta, secara hitungan kasar ada sekitar 25 juta penduduk yang mengidap diabetes.

Dan, perlu diketahui juga bahwa saat ini proporsi diabetes pada usia muda di Asia Tenggara jumlahnya lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.

"Di Asia Tenggara didominasi usia paruh baya --- 40 sampai hingga 59 tahun --- diikuti usia muda --- 20 hingga 39 tahun. Berbeda dengan di Eropa yang didominasi penduduk usia tua --- 60 hingga 79 tahun," Rulli menjelaskan, Minggu, 12 Juni 2022.

3 dari 4 halaman

Tanda-Tanda Diabetes

Diabetes merupakan suatu kondisi yang mempengaruhi mekanisme yang mengatur proses pengubahan makanan menjadi energi. Dalam kondisi ini, kadar gula darah meningkat dalam tubuh, karena insulin yang tidak mencukupi, yang menyebabkan sejumlah komplikasi.

Makanan yang kita makan dipecah menjadi gula yang kemudian dilepaskan ke aliran darah. Ketika jumlah gula dalam aliran darah meningkat ke tingkat tertentu, insulin pankreas ikut bermain.

Insulin mengatur gula darah dengan mengirimkannya ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Individu pengidap diabetes tidak membuat cukup insulin yang bisa membawa glukosa ke dalam sel. Akibatnya, kadar gula dalam darah meningkat. Hal ini menimbulkan kondisi yang disebut diabetes. Ada berbagai jenis diabetes, diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, prediabetes dan diabetes gestasional.

Meskipun tidak ada obat khusus untuk diabetes, sebagian besar bisa dikelola dengan penggunaan obat-obatan dan menerapkan gaya hidup sehat. Untuk itu, perlu diketahui beberapa tanda diabetes yang sering diabaikan, seperti dilansir dari Times of India, Rabu (8/6/2022).

1. Meningkatkan nafsu makan

Karena sel-sel tubuh kekurangan glukosa, tingkat energi tubuh menurun. Ini pada gilirannya memicu respons lapar. Jadi meskipun orang tersebut makan dengan benar, ketidakmampuan untuk mengatur gula darah tidak memenuhi tingkat energi seluler tubuh.

Secara sederhana, tubuh tidak mendapatkan energi yang dibutuhkan bahkan setelah makan dan itulah mengapa tubuh memberi sinyal untuk lebih banyak energi, dan oleh karena itu individu merasa lapar.

2. Penglihatan kabur

Ketika jumlah gula darah meningkat melewati ambang batas, itu mempengaruhi berbagai fungsi tubuh salah satunya yang paling menonjol adalah penglihatan kabur.

Gula darah yang berlebihan merusak pembuluh darah di mata, ini disebut retinopati dan jika tidak diobati, ini bisa menyebabkan kebutaan.

3. Pembengkakan atau mati rasa yang tidak normal di tangan dan kaki

Diabetes juga mempengaruhi sirkulasi darah sehingga individu bisa melihat pembengkakan atau juga merasakan mati rasa di tangan dan kaki.

Jika mati rasa berlangsung lebih lama dan tidak hilang, selalu disarankan untuk memeriksakan kadar gula darah.

 

4 dari 4 halaman

Selanjutnya

4. Pusing dan disorientasi

Karena tubuh tidak bisa menggunakan makanan dan glukosa sepenuhnya, kemungkinan besar individu akan mengalami kesulitan berkonsentrasi dan selalu lesu. Ini sering dikacaukan dengan perubahan suasana hati.

5. Penurunan Berat Badan

Jika Anda mengalami penurunan berat badan yang tidak disengaja, coba untuk segera konsultasikan dengan dokter. Penurunan berat badan adalah tanda yang sangat umum dari diabetes.

Ketika tubuh tidak mendapatkan glukosa yang cukup untuk energi, ia mencoba mengkompensasi permintaan energinya dengan cara lain yang selanjutnya mempengaruhi berat badan.

Tubuh Anda tidak bisa memanfaatkan makanan, jadi tidak peduli berapa banyak Anda makan, Anda tidak akan menambah berat badan.

6. Luka yang sulit sembuh

Tanda umum lain dari diabetes adalah keterlambatan penyembuhan luka. Di antara banyak faktor yang menunda penyembuhan luka dalam tubuh, diabetes adalah salah satu yang umum.

Sesuai laporan kesehatan, “Setiap individu yang mengalami diabetes juga memiliki masalah dengan aktiviasi sistem kekebalan. Jumlah sel pejuang kekebalan yang dikirim untuk menyembuhkan luka, dan kemampuannya untuk mengambil tindakan, sering berkurang. Jika sistem kekebalan Anda tidak bisa berfungsi benar, penyembuhan luka lebih lambat dan risiko infeksi lebih tinggi.”