Sukses

SMRC Sebut Masyarakat Puas dan Merasa Aman Saat Mudik Lebaran 2022

Liputan6.com, Jakarta Lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyoroti respon masyarakat terhadap mudik Lebaran 2022. Adapun itu termuat dalam survei yang dilakukan pihaknya pada 10-12 Mei 2022.

Dari 21 persen warga yang mengaku mudik, mayoritas pemudik yang menggunakan transportasi umum mengaku sangat puas atau cukup puas terhadap pelayanan transportasi umum. Jumlah responden yang menyatakan hal tersebut mencapai 88 persen.

"Dari warga yang mudik dengan transportasi umum, mayoritas, 88%, merasa sangat/cukup puas dengan pelayanan transportasi umum selama mudik Lebaran kemarin," tulis survei SMRC yang dirilis Rabu (18/5/2022).

Masyarakat yang tidak puas terhadap pelayanan transportasi umum ada 11 persen. Sementara yang tidak menjawab ada satu persen.

Di sisi lain, warga yang mudik mayoritas merasa lebih aman. Sebanyak, 79 persen merasa perjalanan selama mudik Lebaran baik atau sangat baik.

"Yang merasa sedang 16%, dab yang merasa buruk/sangat buruk 4%," demikian seperti dikutip.

Sedangkan, mayoritas pemudik sekitar 51 persen, merasa perjalanan mudik tahun 2022 macet atau sangat macet.

"Sekitar 51% dari pemudik menilai perjalanan mudik tahun ini macet atau sangat macet. Sementara yang menilai lancar atau sangat lancar 48%" demikian seperti dikutip.

Diketahui, SMRC menggelar survei dengan wawancara sambungan telepon pada 10-12 Mei 2022. Sebanyak 1.245 responden dipilih dengan teknik random digit dialing (RDD).

Margin of error survei mencapai kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

 

2 dari 3 halaman

Survei Lainnya

Sebelumnya, Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil surveinya terkait kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam menangani arus mudik Lebaran 2022.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan, sebanyak 73,8 persen warga puas terhadap kinerja pemerintah dalam menangani arus mudik Lebaran Idul Fitri 1443 H/2022 M.

“Dukungan publik terhadap pelonggaran pembatasan pergerakan sehingga warga bisa mudik mencapai lebih dari 91.3 persen, dan 73.8 persen warga puas terhadap kinerja pemerintah dalam menangani arus mudik Lebaran tahun ini,” kata Burhanuddin, dalam keteranganya, Minggu (15/5/2022).

Meski begitu, hasil survei juga menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap penanganan mudik tidak berkorelasi dengan kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi yang turun ke angka 58,1 persen.

“Faktor utama yang signifikan menjelaskan tingkat kepuasan atas kinerja presiden adalah minyak goreng. Mayoritas mutlak mengapa responden tidak puas adalah peningkatan harga-harga kebutuhan pokok, terutama minyak goreng. Untuk itu, diperlukan langkah benar, cepat dan tepat agar kepuasan terhadap kinerja Presiden kembali meningkat,” kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Angka Kecelakaan Turun

Momen mudik Lebaran yang diikuti dengan mobillitas arus mudik dan arus balik masyarakat telah berakhir. Lebaran tahun 2022 ini terasa berbeda karena tingginya animo masyarakat untuk mudik setelah pemerintah melakukan pembatasan selama 2 tahun karena pandemi.

Mengantisipasi mudik lebaran tahun ini Polri melaksanakan Operasi Ketupat 2022 pada periode 28 April s.d 9 Mei 2022, dimana berdasarkan data dari Korlantas Polri tercatat terjadi 3.457 kasus kecelakaan lalu lintas atau turun 11 persen dibandingkan Tahun 2019. Dari kasus kecelakaan tersebut mengakibatkan 530 korban meninggal dunia dan dibandingkan tahun 2019 mengalami penurunan 40 persen.

Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono mengatakan, Jasa Raharja turut aktif bersama-sama Pemerintah mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran 2022 ini dengan melaksanakan siaga untuk melayani para korban kecelakaan selama 16 Hari dariyaitu dari tanggal 25 April s.d 10 Mei 2022.

“Pada periode tersebut Jasa Raharja telah membayarkan santunan sebesar Rp 99,2 miliar naik 10,6 persen dari periode yang sama Tahun 2019. Santunan tersebut terdiri dari santunan untuk meninggal dunia Rp 73,3 miliar, naik 12 persen dan santunan untuk korban luka-luka sebesar Rp 25,9 miliar, naik 6,8 persen dibandingkan periode Lebaran Tahun 2019” jelas Rivan, Jumat (13/5/2022).

“Kinerja kami dalam penyerahan santunan meninggal dunia kepada ahli waris korban pada periode tersebut rata-rata dapat diserahkan dalam waktu rata-rata kurang dari 24 jam sejak waktu kejadian. Sementara waktu penyelesaian berkas santunan lengkap rata-rata 15 menit. Sementara untuk korban luka-luka yang masih dirawat di RS kami terbitkan surat jaminan melalui sistim pelayanan online yang terintegrasi dengan Rumah Sakit sehingga biaya rawatan dijamin Jasa Raharja s.d maksimal Rp 20 juta,” tambah Rivan.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi/Merdeka.com