KSP Sebut Pemerintah Telah Perkuat Faskes untuk Hadapi Gelombang Covid-19 Akibat Omicron

Brian menegaskan, faskes-faskes rujukan saat ini sudah menambah kapasitas tempat tidur dan ICU.

Diperbarui 12 Februari 2022, 10:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Brian Sri Prahastuti memastikan, pemerintah telah memperkuat layanan fasilitas kesehatan (faskes) untuk menghadapi kenaikan kasus COVID-19 varian Omicron. Baik untuk faskes rujukan (rumah sakit) maupun faskes primer (puskesmas, klinik, dan telemedicine).

Brian menegaskan, faskes-faskes rujukan saat ini sudah menambah kapasitas tempat tidur dan ICU. Salah satunya membuat tenda RS darurat dan mengkonversi ruang rawat biasa menjadi ruang isolasi COVID-19 dan ICU. Selain itu juga ada penambahan stok obat dan alat kesehatan.

"Jumlah nakes baik dokter maupun perawat terus ditambah. Pengaturan shift juga sudah diatur sedemikian rupa, agar jika ada nakes kelelahan atau terpapar bisa segera teratasi," tutur Brian di Jakarta, Sabtu, (12/2/2022).

Sementara untuk faskes primer kata dia lebih difokuskan pada penanganan dan pemantauan pasien tanpa gejala dan bergejala ringan.

"Dengan begitu RS hanya menangani kasus sedang, berat, dan kritis. Ini strateginya," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Brian juga mengungkapkan, pemerintah mengaktifkan kembali pembiayaan kasus COVID-19, yang dipergunakan untuk insentif nakes, penyediaan obat, dan perawatan pasien COVID-19.

"Termasuk merekrut dokter untuk ditempatkan di RS darurat, RSUD, dan puskesmas," paparnya.

KSP Lakukan Pemantauan

Kantor Staf Presiden akan memantau agar pelaksanaan penanganan COVID-19 terus berlanjt Salah satunya terkait verifikasi lapangan terkait kesiapan faskes, kecukupan obat, dan alat kesehatan.

"Kita juga akan kawal kesiagaan satgas di pusat dan daerah terutama untuk potensi terjadinya krisis," ucap Brian.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Penyebaran Covid-19 ke seluruh penjuru dunia diawali dengan dilaporkannya virus itu pada 31 Desember 2019 di Wuhan, China
    COVID-19
  • liputan6
    Setelah Covid-19 varian Delta dan Delta Plus, kini varian Omicron menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara.
    Omicron
  • Faskes