Sukses

Ghozali Everyday Effect, Bagaimana Prospek NFT di Indonesia?

Liputan6.com, Jakarta - Sosok Ghozali melejit setelah dia berhasil memperoleh uang sampai miliaran rupiah dalam Non-Fungible Token atau NFT, salah satu aset investasi turunan kripto.

Di NFT, Ghozali Everyday mengusung karya dengan konsep selfie setiap hari. Dia menjual foto selfienya yang berjumlah 933 item NFT di OpenSea, yang merupakan salah satu marketplace NFT terbesar. Dalam pengakuannya di Podcast Deddy Corbuizer, Ghozali sejauh ini telah mendapat Rp1,7 miliar.

Keberhasilan Ghozali memperoleh banyak uang lewat foto selfie yang dijual di OpenSea, tidak sedikit memengaruhi orang lain di tanah air untuk melakukan hal serupa. Itu terlihat dengan meningkatnya secara drastis foto-foto dari orang Indonesia yang dijual di marketplace NFT setelah fenomena Ghozali Everyday.

Tujuannya jelas, demi meraup keuntungan besar, seperti yang dialami Ghozali. Tapi, sebenarnya, masih belum banyak orang Indonesia yang mengenal serta memahami NFT. Belakangan malah muncul foto-foto orang Indonesia selfie dengan KTP yang dijual di marketplace NFT. Ada pula yang menjual foto-foto tidak senonoh.

Salah satu marketplace NFT di Indonesia, TokoMall by Tokocrypto, menyambut antusias Ghozali Everday Effect. Menurut Thelvia Vennieta, Head of TokoMall, fenomena itu membuat awareness orang untuk mengenal NFT semakin banyak dan semakin banyak orang berkreasi dalam dunia NFT.

Tetapi, kata Thelvia, awareness ini perlu ditingkatkan dengan edukasi, di mana para creator maupun collector harus lebih paham soal NFT dan apa bahaya yang bisa terjadi dalam kreasi NFT tersebut. Dari Ghozali Everyday Effect, ada sejumlah creator mengunggah data pribadi seperti KTP ke NFT, yang sebenarnya bisa disalahgunakan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

 

 

2 dari 4 halaman

Prospek Bisnis NFT di Indonesia

Dia menjelaskan, dalam kehebohan ini, masyarakat perlu memahami lebih detil bahwa sebenarnya ada banyak utility dari teknologi tersebut. NFT itu bisa dipakai untuk membership sebuah komunitas, ticketing, hingga exclusive merchandising.

"Jadi kalau kita lihat dari sisi hype-nya saja, itu mungkin kurang baik, tetapi, saya bersyukur dengan adanya hype ini, karena awareness tentang NFT semakin meningkat. Tugas kami sebagai pemain dalam dunia NFT ini, kemudian tugas dari beberapa orang yang mungkin concern dalam NFT ini adalah mengedukasi masyarakat tentang apa sih nilai-nilai NFT yang perlu kita tonjolkan dan mungkin kita melihat dari sisi teknologi dan bahaya-bahayanya," beber Thelvia kepada Liputan6.com.

Dia memandang positif tentang prospek bisnis NFT di Indonesia. Walapun menurut dia pribadi, banyak orang Indonesia masih dalam tahap awal sekali mengenal NFT dan masih terus mengeksplorasi sehingga menemukan fungsi NFT.

"Jadi untuk prospek ke depan sendiri dan dilihat juga dari grafik volume yang ada dari 2021, itu akan terus meningkat sih, menurut saya pribadi. Kita lihat juga dari data-data marketplace lainnya, mungkin ada penurunan dari Agustus sampai November 2021, tetapi di Desember 2021 sendiri kembali naik dan di Januari ini juga terus naik," ungkapnya.

3 dari 4 halaman

Orang Indonesia Kreatif

Thelvia optimistis progres NFT di tanah air semakin cepat, karena dia berpendapat orang-orang Indonesia kreatif. Ghozali Everyday Effect bisa menjadi titik balik kian meningkatnya awareness penggunaan NFT dan volume trading untuk NFT.

"Di Indonesia, yang menurut saya orang-orangnya itu kreatif dan budaya kita, kemudian sistem bisnis UMKM yang ada di Indonesia, itu sangat kreatif jadi bisa di tap-in ke NFT. Dan semakin banyak orang yang bergerak dalam bisnis ini dan paham mengenai NFT, bisa melihat kesempatan atau celah bisnis yang bisa didpata dari NFT, itu pasti ke depannya akan terus meningkat," papar Thelvia.

4 dari 4 halaman

Infografis