Setelah kosong sejak 8 Desember 2012, kursi Menteri Pemuda dan Olahraga akhirnya diisi Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Roy Suryo Notodiprojo lebih dikenal Roy Suryo. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) resmi mengumumkan penunjukkan dirinya di Kompleks Istana Negara, Jumat 11 Januari 2013.
Nama Roy Suryo mulai moncer saat mengumumkan hasil analisanya tentang keabsahan suara Jaksa Agung Andi Muhammad Ghalib dengan Presiden BJ Habibie kala itu. Dalam transkrip percakapan keduanya, Habibie secara halus meminta Ghalib bersikap lunak terhadap mantan presiden Soeharto.
Selain itu, kasus kematian penyanyi cantik asal Bogor, Alda Risma Elvariani yang tewas di hotel kawasan Matraman, Jakarta Timur, berhasil ia ungkap. Melalui kamera control (CCTV) hotel, dia menganalisa secara detail, kapan, bagaimana dan apa yang dilakukan si penyanyi tersebut sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Hasilnya, sedikit membuka tabir apa yang terjadi pada pelantun 'Aku Tak Biasa' sebelum tewas.
Dengan talenta yang dimiliki, pria kelahiran Yogyakarta, 18 Juli 1968, ini begitu lancar dan gamblang mengungkap sejumlah kasus foto di internet dengan penelusuran dunia teknologi informasi.
Namun kepakarannya sempat diragukan sejumlah pihak. Pada tanggal 25 September 2008, pertama kalinya kepakaran dipertanyakan di depan lembaga hukum.
Pengacara Habieb Rizieq, Assegaf, keberatan jika Roy Suryo sebagai saksi ahli telematika dalam kasus tragedi Monas. Assegaf menilai latar belakang pendidikan Roy dari fakultas ilmu sosial dan politik tak ada kaitannya dengan telematika. Ditambah pihaknya belum pernah menemukan tesis ilmiah Roy di bidang Telematika.
Rizieq menuduh Roy sebagai plagiator pada kasus klaim penemuan Lagu Indonesia Raya 3 Stanza, sehingga kapasitas kepakarannya sangat diragukan.
Roy kecil mempunyai cita-cita jadi sopir bus. Berdua dengan adiknya, Roy menamai mobil mainan mereka. "Kita punya mobil untuk presiden, mobil menteri, bus sekolah, pokoknya lengkap," kenang sang adik, Dony Suryo.
Ketika meneruskan pendidikannya di sekolah menengah pertama (SMP), keterampilan Roy dalam bidang elektronika mulai tampak. Ia sering membetulkan peralatan elektronik milik ibunya yang rusak. Di sekolah menengah atas, Roy ikut Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia atau biasa disebut Orari. Berdua dengan kakak sulungnya, Sony, Roy mulai mengutak-atik peralatan komunikasi radio itu.
Ketika lulus, berbekal minat dan bakat, Roy bertekad mencari ilmu yang lebih dalam di jurusan teknik elektro Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam formulir pendaftaran, Roy memilih jurusan teknik elektro sebagai pilihan pertama dan komunikasi, pilihan kedua. Pertimbangan Roy, di jurusan komunikasi ia akan belajar hal yang kurang lebih sama dengan jurusan teknik elektro.
Roy ternyata gagal masuk jurusan elektro. Tapi dia diterima di jurusan komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada 1986. Pada masa awal kuliah, Roy tidak kerasan. Ia tak dapat memahami materi kuliah. Ujian semesternya jeblok.Baru pada semester berikutnya, Roy menemukan asyiknya kuliah. Ia kian rajin dan nilainya mulai menanjak.
Kini, pria pengoleksi 48 mobil kuno ini didapuk SBY untuk menduduki kursi Menteri Pemuda dan Olahraga, posisi yang telah lama ditingglkan Andi Alfian Mallarangeng.
Sejumlah tugas pun menanti di mejanya. Masyarakat Indonesia menunggu gebrakan untuk memajukan prestasi olahraga nasional.Â
Bagi Roy, dirinya selalau berusaha mengerem tindakan dari hal tercela dengan terus berpegang pada pakemnya yang selama ini dipegang.
"Sekecil apapun tindakan buruk yang pernah kita lakukan, ketika nanti sudah sukses justru menjadi boomerang dan menjatuhkan diri kita sendiri." (Ali)
Nama Roy Suryo mulai moncer saat mengumumkan hasil analisanya tentang keabsahan suara Jaksa Agung Andi Muhammad Ghalib dengan Presiden BJ Habibie kala itu. Dalam transkrip percakapan keduanya, Habibie secara halus meminta Ghalib bersikap lunak terhadap mantan presiden Soeharto.
Selain itu, kasus kematian penyanyi cantik asal Bogor, Alda Risma Elvariani yang tewas di hotel kawasan Matraman, Jakarta Timur, berhasil ia ungkap. Melalui kamera control (CCTV) hotel, dia menganalisa secara detail, kapan, bagaimana dan apa yang dilakukan si penyanyi tersebut sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Hasilnya, sedikit membuka tabir apa yang terjadi pada pelantun 'Aku Tak Biasa' sebelum tewas.
Dengan talenta yang dimiliki, pria kelahiran Yogyakarta, 18 Juli 1968, ini begitu lancar dan gamblang mengungkap sejumlah kasus foto di internet dengan penelusuran dunia teknologi informasi.
Namun kepakarannya sempat diragukan sejumlah pihak. Pada tanggal 25 September 2008, pertama kalinya kepakaran dipertanyakan di depan lembaga hukum.
Pengacara Habieb Rizieq, Assegaf, keberatan jika Roy Suryo sebagai saksi ahli telematika dalam kasus tragedi Monas. Assegaf menilai latar belakang pendidikan Roy dari fakultas ilmu sosial dan politik tak ada kaitannya dengan telematika. Ditambah pihaknya belum pernah menemukan tesis ilmiah Roy di bidang Telematika.
Rizieq menuduh Roy sebagai plagiator pada kasus klaim penemuan Lagu Indonesia Raya 3 Stanza, sehingga kapasitas kepakarannya sangat diragukan.
Roy kecil mempunyai cita-cita jadi sopir bus. Berdua dengan adiknya, Roy menamai mobil mainan mereka. "Kita punya mobil untuk presiden, mobil menteri, bus sekolah, pokoknya lengkap," kenang sang adik, Dony Suryo.
Ketika meneruskan pendidikannya di sekolah menengah pertama (SMP), keterampilan Roy dalam bidang elektronika mulai tampak. Ia sering membetulkan peralatan elektronik milik ibunya yang rusak. Di sekolah menengah atas, Roy ikut Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia atau biasa disebut Orari. Berdua dengan kakak sulungnya, Sony, Roy mulai mengutak-atik peralatan komunikasi radio itu.
Ketika lulus, berbekal minat dan bakat, Roy bertekad mencari ilmu yang lebih dalam di jurusan teknik elektro Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam formulir pendaftaran, Roy memilih jurusan teknik elektro sebagai pilihan pertama dan komunikasi, pilihan kedua. Pertimbangan Roy, di jurusan komunikasi ia akan belajar hal yang kurang lebih sama dengan jurusan teknik elektro.
Roy ternyata gagal masuk jurusan elektro. Tapi dia diterima di jurusan komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada 1986. Pada masa awal kuliah, Roy tidak kerasan. Ia tak dapat memahami materi kuliah. Ujian semesternya jeblok.Baru pada semester berikutnya, Roy menemukan asyiknya kuliah. Ia kian rajin dan nilainya mulai menanjak.
Kini, pria pengoleksi 48 mobil kuno ini didapuk SBY untuk menduduki kursi Menteri Pemuda dan Olahraga, posisi yang telah lama ditingglkan Andi Alfian Mallarangeng.
Sejumlah tugas pun menanti di mejanya. Masyarakat Indonesia menunggu gebrakan untuk memajukan prestasi olahraga nasional.Â
Bagi Roy, dirinya selalau berusaha mengerem tindakan dari hal tercela dengan terus berpegang pada pakemnya yang selama ini dipegang.
"Sekecil apapun tindakan buruk yang pernah kita lakukan, ketika nanti sudah sukses justru menjadi boomerang dan menjatuhkan diri kita sendiri." (Ali)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/114/original/052850900_1504059126-IMG_20161008_160223.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/96608/original/tugas-roy130111b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261796/original/098128400_1781757698-AP26168773967931.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8383833/original/057103900_1782262774-IMG-20260624-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261305/original/096719500_1781694640-000_B4XF3RA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8374721/original/069599100_1782252182-IMG-20260624-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261727/original/037682800_1781755838-063_2282102375.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8361929/original/059220800_1782237469-000_B8324TW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262482/original/047548300_1781803743-Croatia_s_Ivan_Perisic.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8361794/original/064983200_1782237341-000_B8324T4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257143/original/047056400_1781226984-mexico-city-stadium.jpg)