Sukses

Unilever Indonesia Foundation 21 Tahun Berkarya untuk Perubahan Nyata

Liputan6.com, Jakarta Selama 21 tahun, Unilever Indonesia Foundation (UIF) selalu mengembangkan ide pembangunan dan tumbuh bersama masyarakat berkat konsep visioner mantan Chairman dan CEO Unilever Indonesia periode 1998-2003, Nihal Kaviratne. 

Kaviratne sebagai pemimpin perusahaan, sangat memperhatikan upaya pembangunan budaya perusahaan melalui transformasi organisasi dan perubahan, serta tata kelola perusahaan dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Untuk mendapatkan hasil berkelanjutan, UIF pun mulai mencari, memberdayakan potensi dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. UIF juga mulai meningkatkan efektivitas kegiatan dalam pembentukan kemitraan yang dilakukan melalui berbagai program berkelanjutan.

Komitmen Unilever dalam membangun bisnis berkelanjutan semakin kuat, ditandai dengan peluncuran Unilever Sustainable Living Plan (USLP) secara global pada 2010. Setelah berhasil dengan USLP, di Tahun 2020 Unilever memiliki strategi global ‘The Unilever Compass’ yang berfokus pada tiga hal berikut ini: 

 

2 dari 5 halaman

1. Membangun Planet yang Lebih Lestari

Dalam pilar pertama yang merupakan komitmen jangka panjang, UIF berupaya melakukan langkah nyata dan terukur. Terutama untuk  mengatasi permasalahan sampah, khususnya sampah plastik, mulai dari hulu, tengah, hingga hilir guna menciptakan dunia yang bersih dari sampah. 

Oleh karena itu, UIF menghadirkan Program Bank Sampah dan aktif mengedukasi serta membina lebih dari 4000 Bank Sampah di 37 Kota dan 12 provinsi Indonesia. 

UIF juga mengajak masyarakat menjadi #GenerasiPilahPlastik serta berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, terkait pengelolaan peta jalan sampah dari hulu hingga hilir. 

Komitmen Unilever Indonesia dalam melindungi dan meregenerasi alam dilakukan dengan beberapa  tindakan nyata melalui berbagai program, seperti Program Pengembangan Petani Kedelai Hitam. Program tersebut memberi manfaat ke lebih dari 11.500 petani di lebih dari 25 kota di 3 provinsi di  Indonesia. 

Ada pula Program Petani Muda yang berkolaborasi dengan The Learning Farm Indonesia sebagai upaya  meregenerasi petani. 

Selain itu, Unilever menandatangani Kesepakatan Bersama Para Mitra untuk pembentukan Koalisi Air Indonesia pada 29 Januari 2021. Kolaborasi itu sejalan dengan Unilever 2030 Water Commitment’ yang secara global diluncurkan pada 2020. 

3 dari 5 halaman

2. Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat

Dalam upaya meningkatkan kesehatan, kepercayaan diri dan kesejahteraan  masyarakat, UIF telah menggelar sembilan program. Mulai dari Program Sekolah Sehat, Program Ibu Sehat Keluarga Sejahtera (Bu Karsa), Program Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN), Program Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia (WOHD), Program Pepsodent Dental Expert Centre (PDEC), hingga Program Gerakan Masjid Bersih.

Program-program tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat, dalam menumbuhkan perilaku menjaga kebersihan dan kesehatan. UIF menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. 

Program Zwitsal 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) misalnya yang mendukung para Ibu untuk memaksimalkan momentum 1.000 HPK. Program ini menggandeng berbagai mitra dan ahli di bidangnya, termasuk dalam menghadirkan telepediatric consultation dan imunisasi tracker yang bisa diakses melalui aplikasi interaktif  pertama di Indonesia sebagai pendamping.

4 dari 5 halaman

3. Berkontribusi pada Masyarakat yang Lebih Adil dan Inklusif

Program-program yang diusung oleh UIF selalu menjunjung tinggi keberagaman dan inklusivitas dan sesuai kebutuhan masyarakat di Indonesia, serta menghormati nilai dan norma yang berlaku di Indonesia. 

Beberapa program di antaranya adalah Program Pesantren, untuk menciptakan pesantren yang sehat, hijau dan berdaya. Program ini berhasil menjangkau 372.128 santri di 902 Pesantren wilayah Indonesia. 

Kemudian Program Unilever Entrepreneurship Bootcamp yang berkolaborasi lintas sektor. Tujuan program ini untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan indeks kesejahteraan melalui edukasi ekonomi dan kewirausahaan Syariah, serta berhasil diikuti 60 wirausaha muda bertalenta. 

Selain itu, UIF juga menghadirkan Program Pengembangan 'Juragan Seru!' yang dirancang khusus untuk meningkatkan distribusi produk es krim seru agar semakin handal dan mandiri. Distribusi produk es krim seru sendiri dilakukan para pelaku UMKM yang biasa disebut dengan 'Juragan Seru!'. Program ini memberikan serangkaian pelatihan secara berkelompok maupun individual untuk membekali para juragan dengan keterampilan untuk berkembang melalui Pelatihan Pola Pikir Kewirausahaan, Pengembangan Pasar, dan Pelatihan Penanganan Pelanggan. 

5 dari 5 halaman

Cek Video Berikut Ini:

(*)