Liputan6.com, Brebes: Kasus kereta api yang melenceng dari relnya kembali berulang. Kali ini, Kereta Api Kelas Eksekutif Bima jurusan Surabaya-Jakarta dilaporkan anjlok di Jalur Lintas Selatan menjelang Stasiun Talok, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Jumat (3/1) pagi. Akibatnya, enam gerbong di bagian belakang rangkaian tergelincir dan rusak parah. Kepala Hubungan Masyarakat Daerah Operasi V Purwokerto Supriyadi mengatakan, penyebab tergelincirnya KA Bima masih diselidiki.
Menurut Supriyadi, sebenarnya KA Bima sudah terlambat sekitar 90 menit dari jadwal sebelum memasuki lintasan rel wilayah Daops V Purwokerto. Saat mulai memasuki Stasiun Talok, sekitar pukul 04.00 WIB, enam gerbong belakang kereta yang menuju Jakarta itu lepas dari rel dan tergelincir. Kendati demikian, sebanyak 243 penumpang bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan gerbong yang tak tergelincir dan ditarik lokomotif Bima.
Hingga Jumat petang, puluhan petugas yang didatangkan dari Depo Tegal masih memperbaiki dan mengangkat gerbong yang keluar jalur. Kendati demikian, jadwal kereta api tak terganggu. Pasalnya, kereta yang tergelincir melintang di jalur satu dan dua, sehingga KA yang masuk stasiun masih bisa menggunakan jalur tiga.
Kecelakaan ini adalah yang kedua kali menimpa KA eksekutif di wilayah Jateng. Awal Desember silam, KA Eksekutif Argo Dwipangga Jurusan Solo-Jakarta, juga anjlok di Desa Sarwagadung, Kecamatan Mirit, Prembun, Kebumen. Kecelakaan itu mengakibatkan tiga penumpang tewas dan puluhan lainnya luka-luka [baca: KA Dwipangga Anjlok, Tiga Penumpang Tewas]. Penyebab kecelakaan adalah rel yang bergeser akibat tersundul truk boks yang melewati terowongan di bawah jalur kereta, sesaat sebelum Argo Dwipangga lewat.(ZAQ/Sugihartono dan Budi Harto)
Menurut Supriyadi, sebenarnya KA Bima sudah terlambat sekitar 90 menit dari jadwal sebelum memasuki lintasan rel wilayah Daops V Purwokerto. Saat mulai memasuki Stasiun Talok, sekitar pukul 04.00 WIB, enam gerbong belakang kereta yang menuju Jakarta itu lepas dari rel dan tergelincir. Kendati demikian, sebanyak 243 penumpang bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan gerbong yang tak tergelincir dan ditarik lokomotif Bima.
Hingga Jumat petang, puluhan petugas yang didatangkan dari Depo Tegal masih memperbaiki dan mengangkat gerbong yang keluar jalur. Kendati demikian, jadwal kereta api tak terganggu. Pasalnya, kereta yang tergelincir melintang di jalur satu dan dua, sehingga KA yang masuk stasiun masih bisa menggunakan jalur tiga.
Kecelakaan ini adalah yang kedua kali menimpa KA eksekutif di wilayah Jateng. Awal Desember silam, KA Eksekutif Argo Dwipangga Jurusan Solo-Jakarta, juga anjlok di Desa Sarwagadung, Kecamatan Mirit, Prembun, Kebumen. Kecelakaan itu mengakibatkan tiga penumpang tewas dan puluhan lainnya luka-luka [baca: KA Dwipangga Anjlok, Tiga Penumpang Tewas]. Penyebab kecelakaan adalah rel yang bergeser akibat tersundul truk boks yang melewati terowongan di bawah jalur kereta, sesaat sebelum Argo Dwipangga lewat.(ZAQ/Sugihartono dan Budi Harto)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562930/original/087212000_1776842538-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-22T142049.188.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403399/original/021681200_1682044577-cek_fakta_mesin_cuci.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362168/original/042983100_1790759666-WhatsApp_Image_2026-09-18_at_8.42.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/385399/original/040103aKAAnjlok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)