Partai Islam diprediksi akan kalah bersaing dengan partai nasionalis, dan mengalami kerugian pada pemilu 2014. Hal itu akan terjadi apabila partai Islam tidak ada batasan mengenai iklan politik melalui media massa.
"Kalau tidak ada batasan soal iklan politik, partai Islam akan kalah bersaing dengan partai nasionalis, partai Islam akan rugi," kata pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Senin (24/12/2012).
Sebagai antisipasi hal tersebut, menurut Burhanuddin, partai Islam harus memantapkan dukungan internal dari basis masing-masing. Sebagai partai besar partai Islam tidak cukup hanya mengandalkan pasar pemilih Islam.
Selain itu, isu-isu yang seharusnya diangkat oleh partai Islam sebaiknya tidak hanya isu keagamaan yang simbolik. Sebab menurutnya, ceruk pasar isu simbolik keagamaan semakin kecil.
"Yang dibutuhkan partai Islam adalah isu teknis terkait hajat hidup masyarakat, misalnya, soal ekonomi yang menyangkut hajat hidup orang banyak," ujar dia.
Namun, Burhanuddin menilai ada kontribusi media yang menyebabkan partai Islam tidak banyak membicarakan isu teknis yang populis, karena media cenderung mengambil referensi narasumber partai nasionalis untuk membicarakan isu non-Islam.
Partai Islam juga cenderung kekurangan kemampuan dalam menginformasikan suaranya secara masif melalui media massa, karena tidak memiliki dukungan finansial layaknya partai nasionalis.
"Tetapi tidak selama-lamanya akses ke media dikuasai pemodal besar. Contohnya dulu PKS pernah menjadi media daring, karena bisa memberikan diferensiasi, dan Joko Widodo juga dapat mengakses media tanpa perlu menjadi pemodal besar," ungkap dia.
Dia menilai secara umum partai yang masuk kategori partai Islam dikategorikan dalam dua bagian yakni partai yang secara formal memiliki landasan ideologi Islam dalam AD/ART seperti PPP dan PKS. Serta partai yang secara formal tidak mencantumkan Islam sebagai basis ideologinya, namun memiliki basis utama konstituen Islam seperti PAN, dan PKB.(ant/Mut)
"Kalau tidak ada batasan soal iklan politik, partai Islam akan kalah bersaing dengan partai nasionalis, partai Islam akan rugi," kata pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Senin (24/12/2012).
Sebagai antisipasi hal tersebut, menurut Burhanuddin, partai Islam harus memantapkan dukungan internal dari basis masing-masing. Sebagai partai besar partai Islam tidak cukup hanya mengandalkan pasar pemilih Islam.
Selain itu, isu-isu yang seharusnya diangkat oleh partai Islam sebaiknya tidak hanya isu keagamaan yang simbolik. Sebab menurutnya, ceruk pasar isu simbolik keagamaan semakin kecil.
"Yang dibutuhkan partai Islam adalah isu teknis terkait hajat hidup masyarakat, misalnya, soal ekonomi yang menyangkut hajat hidup orang banyak," ujar dia.
Namun, Burhanuddin menilai ada kontribusi media yang menyebabkan partai Islam tidak banyak membicarakan isu teknis yang populis, karena media cenderung mengambil referensi narasumber partai nasionalis untuk membicarakan isu non-Islam.
Partai Islam juga cenderung kekurangan kemampuan dalam menginformasikan suaranya secara masif melalui media massa, karena tidak memiliki dukungan finansial layaknya partai nasionalis.
"Tetapi tidak selama-lamanya akses ke media dikuasai pemodal besar. Contohnya dulu PKS pernah menjadi media daring, karena bisa memberikan diferensiasi, dan Joko Widodo juga dapat mengakses media tanpa perlu menjadi pemodal besar," ungkap dia.
Dia menilai secara umum partai yang masuk kategori partai Islam dikategorikan dalam dua bagian yakni partai yang secara formal memiliki landasan ideologi Islam dalam AD/ART seperti PPP dan PKS. Serta partai yang secara formal tidak mencantumkan Islam sebagai basis ideologinya, namun memiliki basis utama konstituen Islam seperti PAN, dan PKB.(ant/Mut)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391176/original/070792400_1793875895-Screenshot_2026-11-05_170652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/100940/original/partai-islam-rugi121224b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391954/original/072137000_1793958689-Vertical_500x656_-_Dayatana.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345690/original/067748100_1789050705-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_21.02.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344472/original/056989200_1788947104-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_4.34.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329986/original/052581700_1787307659-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.03.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308204/original/009529000_1785132477-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_12.46.15_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304577/original/005200700_1784721544-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.12.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291253/original/086637400_1783510555-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_17.07.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290264/original/065273200_1783441564-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.36.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290170/original/059488200_1783429797-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_19.50.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9271167/original/049315200_1783170039-WhatsApp_Image_2026-07-04_at_17.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974535/original/013451500_1782983178-1106e511-c5ef-46a5-8b74-de1fd75e92f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392062/original/015622700_1793969928-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_12.54.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)