Sukses

Melihat Siswa SD Divaksinasi Covid-19 Jenis Pfizer di Kota Tangerang

Liputan6.com, Jakarta Vaksinasi Covid-19 jenis Pfizer hari ini mulai diberikan kepada siswa sekolah dasar (SD) berusia 12 tahun di Kota Tangerang, Senin (18/10/2021). Total ada 341 siswa yang akan divaksinasi.

Ada pun lokasi vaksinasi disentralkan di SDN Karawaci 5 di Kecamatan Karawaci.  

Mereka yang datang adalah yang sudah terdata sebelumnya, serta mendapatkan undangan dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Dengan didampingi orangtua serta guru, para siswa yang masih duduk dibangku SD itu akhirnya mau dan berani disuntik vaksin di lengan atas kirinya.

"Takut sih awalnya, tapi tadi dipeluk bu guru, diliatin juga sama mamah. Jadi beraniin aja," tutur Fajar, salah seorang penerima vaksin.

Dia mengaku ingin cepat-cepat masuk sekolah dan belajar bersama teman-teman lagi di dalam kelas.

Sementara itu, pihak sekolah menerangkan bahwa salah satu syarat bisa masuk sekolah lagi adalah sudah divaksinasi Covid-19, untuk meminimalisir kemungkinan penularan virus asal Wuhan, Cina tersebut.

  

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

2 dari 2 halaman

Vaksin Pfizer untuk Siswa SD Berusia 12 Tahun

Sementara, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, mulai hari ini secara bertahap dilakukan vaksinasi untuk siswa SD yang sudah berusia 12 tahun.

"Kita vaksinasi untuk anak usia 12 tahun yang ada di SD, untuk persiapan PTM terbatas. Dan semoga kegiatan ini bisa lancar dan masyarakat terus mendukung program herd immunity yang dilaksanakan Pemkot dan seluruh stakeholder terkait," ungkap Arief.

Menurutnya, siswa yang mendapatkan vaksinasi hari ini sudah terdaftar lebih dulu berdasarkan data dari pihak sekolah. Makanya, kalaupun ada siswa yang datang namun lupa membawa berkas yang diminta seperti KTP orang tua dan Kartu Keluarga, tetap bisa divaksinasi karena datanya sudah ada di database.

"Kalaupun ada yang gagal (vaksin) karena enggak lolos screening. Misalnya sakit atau baru saja sembuh dari demam, nanti bisa menyusul ketika sudah benar-benar vit," kata Arief.