Sukses

PPATK Akan Koordinasi dengan Intelijen Singapura Usut Rp 2 Triliun Akido Tio

Liputan6.com, Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akan berkoordinasi dengan lembaga intelijen keuangan Singapura demi mengusut uang Rp 2 triliun yang akan disumbangkan keluarga Akidi Tio untuk penanganan Covid-19.

Kepala PPATK, Dian Ediana Rae belum bisa menyimpulkan dana Rp 2 triliun yang dijanjikan keluarga Akidi Tio untuk penanganan Covid-19 adalah bodong.

"Ini tentu kita belum menyimpulkan 100 persen kalau ini adalah bodong ya istilahnya, karena kita masih menunggu beberapa hal. Misalnya ada statement yang mengatakan bahwa yang bersangkutan memiliki rekening, memiliki uang di Singapura, dan akan ditransfer ke Indonesia," tutur Dian dalam kanal Youtube PPATK, Rabu (4/8/2021).

"Kita tentu saja melakukan koordinasi dengan intelijen keuangan Singapura untuk mengkomunikasikan masalah ini," lanjutnya.

Menurut Dian, koordinasi akan coba dilakukan setelah PPATK memperoleh informasi yang memadai mengenai rekening atas nama orang yang memilikinya di Singapura. Baik itu nama orang atau pun organisasi untuk kemudian dilakukan klarifikasi.

"Kita memerlukan bantuan dari pihak-pihak terkait supaya jangan sampai menimbulkan semakin banyak spekulasi di masyarakat dan sebaiknya untuk segera memberikan informasi kepada PPATK mengenai nama organisasinya atau nama orang yang dimaksud menyumbang itu," jelas dia.

Hal tersebut perlu dipenuhi terlebih dulu agar intelijen keuangan Singapura mau melanjutkan koordinasi tersebut. Kelengkapan informasi menjadi kunci kerja sama pengusutan ada tidaknya nominal Rp 2 triliun itu.

"Lebih cepat lebih baik," kata Dian menandaskan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

2 dari 3 halaman

Polri Dalami Motif Penggunaan Bilyet Giro Saldo Tak Cukup

Sementara itu, Polri tengah mendalami motif keluarga Akidi Tio memberikan sumbangan Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 menggunakan bilyet giro yang saldonya tidak mencukupi.

"Nanti penyidik akan mencari apakah motifnya dan apakah maksudnya kepada yang terkait untuk menyumbang penanganan Covid di Sumsel," kata Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (4/8/2021).

Menurut dia, pada 26 Juli 2021 keluarga Akidi Tio berkomunikasi dengan Forkopimda Sumatera Selatan (Sumsel), dalam hal ini Gubernur dan Kapolda setempat.

"Kemudian pada tanggal 29 Juli, yang bersangkutan memberikan bilyet giro ke Polda Sumsel yang jatuh temponya pada tanggal 2 Agustus 2021. Kemudian, bilyet giro tersebut di-clearing penyidik ke bank dengan yang bersangkutan, kita melakukan clearing atau ingin mengambil dana," jelas dia.

Hanya saja, pihak bank memberikan keterangan bahwa saldo tidak mencukupi. Atas dasar itu maka penyidik melakukan penyelidikan terhadap peristiwa sumbangan keluarga Akidi Tio itu.

"Penyidik sedang bekerja, sudah meminta keterangan kepada lima orang sementara ini yaitu kepada yang bersangkutan Bu Heriyanti, lalu Pak Darmawan itu, mungkin dengan teman-teman saudaranya yang lain yang mengetahui. Dan nanti ada juga ahli kami minta keterangan di sana. Untuk prosesnya oleh penyidik," kata Argo.

3 dari 3 halaman

Infografis Dugaan Prank Sumbangan Rp 2 Triliun Anak Akidi Tio