Sukses

Jokowi Beri Selamat ke Windy Cantika Peraih Medali Pertama di Olimpiade Tokyo

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan selamat kepada atlet angkat besi putri Indonesia, Windy Cantika Aisah yang berhasil mendapat medali pertama di ajang Olimpiade Tokyo. Windy meraih medali perunggu di cabang olahraga angkat besi kelas 49 kilogram.

"Kabar baik datang dari Tokyo, hari ini. Atlet angkat besi putri Indonesia, Windy Cantika Aisah, mempersembahkan medali pertama dari ajang Olimpiade Tokyo dengan merebut medali perunggu di kelas 49 kg," kata Jokowi melalui akun instagramnya @jokowi, Sabtu (24/7/2021).

"Dari Tanah Air, saya menyampaikan selamat," sambung Jokowi.

Indonesia mendapatkan medali pertama dari ajang Olimpiade Tokyo 2020. Adalah berkat kontribusi Windy Cantika Aisah yang turun di nomor 49 kg putri cabang olahraga angkat besi.

Bertanding di Tokyo International Forum, Sabtu (24/7/2021), Windy Cantika meraih medali perunggu lewat total angkatan 194 kg. Bukan hanya medali perdana Indonesia, ini juga medali pertama untuk Windy Cantika pada ajang Olimpiade.

Sementara itu medali emas didapat oleh atlet China, Hou Zhihui yang juga membukukan rekor Olimpiade. Adapun perak disabet wakil India, Chanu Mirabai.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Windy Cantika menjaga tren medali dari cabor angkat besi

Dengan catatan ini, Windy Cantika menjaga tren medali dari cabor angkat besi pada gelaran Olimpiade. Statistik menunjukkan cabor angkat besi mulai meraih medali pada Olimpiade yang dilaksanakan di Sydney pada 2000.

Sejak saat itu, Indonesia tidak pernah absen gelar sampai Olimpiade Tokyo 2020. Alhasil kini cabang olahraga angkat besi sudah menyumbangkan 13 medali, di mana tujuh medali berupa perunggu, dan enam medali berupa perak.

Kontingen Indonesia masih berpeluang menambah medali dari cabor angkat besi ajang OlimpiadeTokyo 2020, Minggu 25 Juli 2021. Eko Yuli Irawan dan Deni yang diharapkan menyumbangkan medali bakal turun bertanding.

Eko Yuli turun di kelas 61kg putra, sementara Deni turun di kelas 67kg putra. Tentu diharapkan Eko Yuli atau Deni bisa memecahkan telur medali emas Indonesia dari cabor angkat besi.