Liputan6.com, Makassar: Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan berniat mengeluarkan sketsa wajah tersangka pengebom restoran cepat saji McDonald`s Makassar, Ahad (8/12) ini. Tersangka diduga seorang korban tewas yang hingga kini belum teridentifikasi. Demikian diungkapkan Kepala Polda Sulsel Inspektur Jenderal Polisi Firman Gani, Sabtu kemarin.
Firman mengatakan, dari hasil identifikasi tim forensik kedokteran, polisi menduga bahwa korban yang belum teridentifikasi itulah yang memegang bom--dan meledak hingga menewaskan tiga orang, termasuk yang bersangkutan, serta melukai belasan lainnya. Perkiraan ini didasarkan pada luka serius yang diderita korban di bagian depan tubuhnya. Sedangkan tubuh bagian belakang tersangka utuh.
Sketsa tersebut, menurut Firman, diharapkan bisa membantu mengungkapkan kasus ini. Untuk itu, dia meminta masyarakat melapor ke polisi bila memiliki anggota keluarga yang hilang dan mempunyai ciri-ciri wajah sesuai sketsa yang dikeluarkan.
Sejauh ini, polisi sudah memeriksa 18 orang yang diduga berkaitan dengan peledakan McDonald`s dan NV Haji Kalla. Hari Sabtu malam, polisi juga sudah memeriksa dua isteri Agung Hamid, seorang anggota Laskar Jundullah yang menghilang setelah kejadian. Selain Laskar Jundullah, tudingan mendalangi pengeboman juga mengarah kepada kelompok garis keras di Sulsel. Ini didasarkan indikasi yang sempat mengemuka lantaran berita dalam short message service yang diterima seorang karyawan McDonald`s sebelum kejadian. SMS yang dikirim seseorang dari Bone itu berisi ancaman bahwa McDonald`s akan diledakkan. Polisi telah mengetahui identitas si pengirim dan tengah memburunya ke satu tempat yang dirahasiakan [baca: Kapolri: Bom Makassar Terkait Peledakan Lain].(SID/Iwan Taruna dan Dwi Guntoro)
Firman mengatakan, dari hasil identifikasi tim forensik kedokteran, polisi menduga bahwa korban yang belum teridentifikasi itulah yang memegang bom--dan meledak hingga menewaskan tiga orang, termasuk yang bersangkutan, serta melukai belasan lainnya. Perkiraan ini didasarkan pada luka serius yang diderita korban di bagian depan tubuhnya. Sedangkan tubuh bagian belakang tersangka utuh.
Sketsa tersebut, menurut Firman, diharapkan bisa membantu mengungkapkan kasus ini. Untuk itu, dia meminta masyarakat melapor ke polisi bila memiliki anggota keluarga yang hilang dan mempunyai ciri-ciri wajah sesuai sketsa yang dikeluarkan.
Sejauh ini, polisi sudah memeriksa 18 orang yang diduga berkaitan dengan peledakan McDonald`s dan NV Haji Kalla. Hari Sabtu malam, polisi juga sudah memeriksa dua isteri Agung Hamid, seorang anggota Laskar Jundullah yang menghilang setelah kejadian. Selain Laskar Jundullah, tudingan mendalangi pengeboman juga mengarah kepada kelompok garis keras di Sulsel. Ini didasarkan indikasi yang sempat mengemuka lantaran berita dalam short message service yang diterima seorang karyawan McDonald`s sebelum kejadian. SMS yang dikirim seseorang dari Bone itu berisi ancaman bahwa McDonald`s akan diledakkan. Polisi telah mengetahui identitas si pengirim dan tengah memburunya ke satu tempat yang dirahasiakan [baca: Kapolri: Bom Makassar Terkait Peledakan Lain].(SID/Iwan Taruna dan Dwi Guntoro)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8267016/original/061315600_1782115624-Wayan_Koster_-_Cek_Fakta.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/384090/original/081202bBomSketsa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260847/original/080495800_1781665547-063_2281975528.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261507/original/086752300_1781723618-063_2282082971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261512/original/033497000_1781727509-063_2282087886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5626466/original/003931900_1778221281-ALJAZAIR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4258833/original/075986400_1670866002-000_3339699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265428/original/072310000_1782111808-AP26172732756707.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264294/original/025943800_1782105633-IMG-20260622-WA0055.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264381/original/045958100_1782109190-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3985606/original/007135300_1649144512-000_9YF9E8.jpg)