Kapolri: Bom Makassar Terkait Peledakan Lain

Kapolri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar menegaskan pengeboman McDonald`s di Makassar, Sulsel, berhubungan dengan aksi serupa di beberapa daerah. Dua korban terluka masih dirawat intensif.

Diterbitkan 08 Desember 2002, 17:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Polisi meyakini pengeboman restoran cepat saji McDonald`s dan NV Haji Kalla di Makassar, Sulawesi Selatan, terkait dengan aksi serupa di Tanah Air, beberapa waktu lampau. Keyakinan ini berdasarkan pengakuan seorang tersangka kasus perampokan di Manado. Demikian ditegaskan Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Da`i Bachtiar di Jakarta, Sabtu (7/12) siang. Sayang, Kapolri enggan merinci identitas tersangka yang berjenis kelamin laki-laki itu dengan alasan keamanan.

Kini, polisi intensif memeriksa pria itu. Dalam pemeriksaan terungkap bahwa tersangka mengaku tahu soal pengeboman di Tanah Air. "Saya memperoleh informasi dari dia bahwa peledakan di Makassar berhubungan dengan kejadian serupa di beberapa daerah," kata Kapolri. Selain menginterogasi perampok itu, polisi juga memeriksa dua tersangka yang diduga kuat sebagai pelaksana. "Nama keduanya diketahui dari pemeriksaan seorang tersangka berinisial S kini sudah mendekam di Tahanan Mabes Polri Jakarta," ucap Da`i di sela-sela kunjungan ke lokasi kejadian, kemarin [baca: Polisi Memeriksa Dua Tersangka Bom McDonald`s ].

Sejauh ini, penyelidikan belum mengarah pada tahap otak di belakang kejadian tersebut. Belakangan tersiar kabar organisasi Laskar Jundullah dan satu kelompok garis keras di Sulsel dituding sebagai dalang. Kelompok yang terakhir disebutkan, indikasinya sempat mengemuka lantaran berita dalam short message service yang diterima seorang karyawan McDonald`s sebelum kejadian. SMS yang dikirim seseorang dari Bone itu berisi ancaman bahwa McDonald`s akan diledakkan. Polisi telah mengetahui identitas si pengirim dan tengah memburunya ke satu tempat yang dirahasiakan.

Dari Makassar dilaporkan, seorang korban tewas masih berada di kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara. Polisi belum dapat mengidentifikasi identitasnya karena menunggu hasil otopsi tim penyidik. Sedangkan Romlah dan Syarifudin--dua korban yang terluka--masih dirawat intensif di RS Bhayangkara. Kondisi kedua korban diinformasikan sudah membaik. Sementara sembilan korban lain diperbolehkan pulang.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jusuf Kalla, tadi siang, juga meninjau lokasi kejadian. Seusai kunjungan, Jusuf menyatakan bahwa aksi tersebut tidak berhubungan dengan persoalan persaingan bisnis. Sekadar informasi, show room NV Haji Kalla dan Mal Ratu Indah--lokasi McDonald`s berada--adalah milik keluarga Jusuf Kalla.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6