Sukses

Top 3 News: Mencuat Kuat 2 Nama Calon Panglima TNI Pengganti Hadi Tjahjanto

Liputan6.com, Jakarta Marsekal Hadi Tjahjanto akan segera masuki masa pensiun pada November mendatang. Dua nama pun belakangan mencuat kuat dan digadang akan menggantikan posisinya sebagai Panglima TNI.

Kedua sosok yang namanya kerap santer dibicarakan adalah KSAD Jenderal Andika Perkasa dan KSAL Laksamana Yudo Margono. Mengerucutnya dua nama pada dua perwira tinggi TNI itu pun membuat Juru Bicara Presiden  Fadjroel Rachman angkat suara.

Menurutnya, siapa nantinya yang akan dipilih untuk menggantikan Panglima TNI Hadi Tjahjanto adalah hak prerogatif dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Berita ini terpopuler pertama di top 3 news, Jumat, 18 Juni 2021.

Kabar duka dari keluarga besar almarhum Jenderal (Purn) AH Nasution juga tak kalah disorot publik Tanah Air. Putri dari Jenderal AH Nasution yaitu Herdrianti Saharah Nasution telah berpulang pada Jumat sore, 18 Juni kemarin.

Dikabarkan, almarhumah meninggal dunia akibat menderita gagal jantung. Dan rencananya hari ini, Sabtu (19/6/2021) akan dimakamkan. 

Berita terpopuler lainnya terkait RS Apung dr Lie Dharmawan yang karam di Pulau Semau ke Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Seluruh kru dilaporkan selamat dan langsung dibawa ke Surabaya untuk penanganan medis lebih lanjut.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Jumat 18 Juni 2021:

2 dari 5 halaman

1. HEADLINE: Calon Panglima TNI Mengerucut 2 Nama, Siapa Paling Strategis?

Bursa kandidat Panglima TNI baru mencuat seiring masa pensiun Marsekal Hadi Tjahjanto pada November tahun 2021. Bisik-bisik ini terdengar di kalangan parlemen di Senayan, Jakarta.

Dua nama masuk sebagai kandidat calon Panglima TNI yang kelak menggantikan Hadi Tjahjanto.

Mereka adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat Atau KSAD Jenderal Andika Perkasa, dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut atau KSAL Laksamana Yudo Margono.

Sebagai catatan, untuk Andika sendiri akan pensiun pada November 2022. Jika dipilih menjadi Panglima TNI, dirinya hanya menjabat selama setahun. Sedangkan Yudo akan pensiun pada November 2023, atau bisa menjabat setahun lebih lama dari Andika.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menuturkan, bahwa dalam pemilihan Panglima TNI ini, sepenuhnya ada di tangan Jokowi.

Direktur Imparsial Ghufron Mabruri mengatakan dengan waktu yang tersisa enam bulan lagi, Presiden Jokowi mempunyai banyak waktu untuk mempertimbangkan siapa kandidat paling tepat yang menjadi pengganti Hadi Tjahjanto.

 

Selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. Yanti Nasution, Putri Sulung Jenderal (Purn) AH Nasution Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari keluarga almarhum Jenderal (Purn) AH Nasution. Putrinya yang bernama Herdrianti Saharah Nasution atau biasa disapa Yanti Nasution meninggal dunia.

Kabar meninggalnya anak sulung dari Jenderal AH Nasution diterima Liputan6.com, Jumat (18/6/2021). Disebutkan beliau meninggal pukul 17.00 WIB.

Hendrianti Saharah atau Yanti Nasution merupakan anak pertama dari pasangan Jenderal (Purn) AH Nasution dan Johanna Sunarti. Selain Yanti, putri lainnya adalah Ade Irma Suryani yang meninggal setelah tertembak saat terjadi peristiwa gerakan 30 September.

Dihubungi terpisah, pihak keluarga yang diwakili Adil Kusuma membenarkan kabar duka tersebut.

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. RS Apung dr. Lie Dharmawan Karam, Seluruh Kru Selamat

RS Apung dr Lie Dharmawan karam saat tengah menjalankan pelayanan medis dari Pulau Semau ke Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (16/6/2021).

dr Lie mengatakan, musibah tersebut tak mengakibatkan kru yang berada di rumah sakit apung mengalami cedera fatal. Menurutnya, seluruh kru di sana selamat.

"Saya mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena seluruh kru berada dalam keadaan selamat. Terima kasih kepada kru kapal motor Niki Sae yang telah menyelamatkan kru-kru RS Apung dr Lie Dharmawan," ujar dr Lie dalam sebuah video di Instagram, dikutip pada Jumat (18/6/2021).

Menurutnya, para kru di KM Niki Sae secara sigap menyelamatkan kru RS Apung dr Lie Dharmawan saat rumah sakit itu tenggelam. KM Niki Sae pun segara membawa para kru untuk berlayar ke Surabaya, Jawa Timur.

 

Dalam kesempatan itu, dr Lie menerangkan, munculnya gagasan RS Apung dr Lie Dharmawan merupakan pandangannya saat melihat penderitaan sejumlah warga yang bermukim di tempat yang terisolir.

 

Selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: