Sukses

Langkah Kota Bogor saat Laju Covid-19 Meningkat

Liputan6.com, Jakarta - Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor akan kembali melakukan pengetatan dan pembatasan sejumlah sektor dalam menekan penularan virus corona.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan jumlah kasus harian terus meningkat, karenanya pihaknya akan melakukan tindakan yang lebih tegas bagi setiap pelanggaran protokol kesehatan.

"Kita lihat warga sudah mulai merasa kondisi sudah biasa sehingga banyak yang melanggar di atas jam operasional,” kata Bima usai rapat koordinasi bersama Forkopimda Kota Bogor dan Gubernur Jawa Barat secara virtual, Selasa (15/6/2021).

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk kembali mengurangi aktivitas di luar rumah, kecuali keadaan mendesak. Sementara untuk jam operasional retail, mall, dan rumah makan tidak berubah, sampai dengan pukul 21.00 WIB.

"Ini harus kita waspadai. Gubernur menyampaikan bahwa situasi Siaga-1 di Jawa Barat," kata Bima.

Guna mengantisipasi lonjakan kasus, Bima juga telah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan Covid-19, kembali menambah tempat tidur di ruang isolasi. Begitu juga menyiapkan gedung-gedung milik pemerintah yang bisa dimanfaatkan sebagai pusat isolasi.

“Untuk RSUD Kota Bogor sudah ditambah kapasitasnya jadi 100 tempat tidur. Kita menjajaki juga tempat isolasi tambahan selain di BPKP Ciawi. Jadi, ada satu lokasi yang sedang kita siapkan kalau terjadi lonjakan, pasien bisa dialokasikan ke tempat itu,” jelasnya.

Tingkat keterisian di rumah sakit (BOR) kini mencapai 49 persen, setelah pekan kemarin masih di bawah angka 20 persen.

"Sedikit lagi lewati ambang batas WHO (60 persen). Tapi masih cukup rendah dibanding kota-kota lain di Jawa Barat," kata dia.

 

2 dari 3 halaman

Hentikan Pembelajaran Tatap Muka

Kebijakan lainnya yaitu menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang sudah berlangsung sejak awal Juni 2021.

“Sebetulnya simulasi PTM berjalan lancar, tidak ada keluhan tidak ada laporan. Tapi kondisinya sedang tidak biasa, makanya kami memutuskan untuk menghentikan dulu simulasi PTM," terangnya.

Langkah lainnya adalah melakukan vaksinasi dengan menjangkau lebih banyak warga Kota Bogor khususnya kategori lansia yang sampai saat ini masih tergolong rendah.

“Stoknya masih ada tapi terbatas. Saya akan minta ke Menkes untuk ditambah vaksin lagi. Kamis Presiden akan ke Stasiun Bogor untuk meninjau pelaksanaan pemberian vaksin. Kita akan melakukan pemberian vaksin kepada pengguna KRL yang sangat beresiko juga membawa virus dari luar masuk ke Kota Bogor,” imbuh Bima.

Namun sejauh ini belum ditemukan kasus varian baru Covid-19. Untuk hasil sampel tes genome sequencing bagi puluhan warga yang sebelumnya telah terpapar sampai hari ini belum keluar.

"Belum ada. Kami juga masih menunggu tes genome sequencing dari Kemenkes," ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno mengungkapkan bahwa telah terjadi peningkatan kasus Covid-19 sebesar 51 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

“Ada dari klaster keluarga, luar kota, dan lain sebagainya. Kami imbau prokes tetap dijalankan. BOR juga naik mencapai 49 persen. Minggu sebelumnya masih 24 persen,” kata Retno.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: