Sukses

AHY soal Isu Presiden 3 Periode, Singgung Reformasi 1998

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) angkat bicara soal munculnya isu presiden tiga periode. Dia pun mengingatkan akan peristiwa 1998.

"Kalau tiga periode tidak pernah puas, setelah itu 4 periode, setelah itu dibuka kerannya, setelah itu ujungnya seumur hidup, dengan alasan kita kan masih hebat, masih kuat, masih diperlukan. Kalau seperti itu rasa-rasanya darah, keringat, air mata para reformis, para pejuang reformasi itu seperti tidak ada harganya," kata AHY dalam keterangannya, Senin (7/6/2021).

"Karena kita kembali ke masa-masa kelam, sebelumnya terjadi reformasi dan ini menjadi preseden buruk di dunia internasional," lanjut dia.

Menurut AHY, bukan cara seperti itu jika ingin berkuasa. Karena harus berpijak pada sejarah dan semangat reformasi yang ada.

"Maksud saya, harus ingat sejarahnya, mengapa era reformasi ini muncul," jelas AHY.

 

2 dari 3 halaman

Muncul dengan UU Omnibus Law

Dia pun menyinggung soal Undang-Undang Omnibus Law yang disebutnya banyak kejanggalan. Kemudian, harus segera disahkan.

"Dan, saya tidak tahu apakah kemudian tiba-tiba wacana tiga periode ini, tiba-tiba juga diam-diam diselipkan, tiba-tiba langsung diketuk saja," kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: