Sukses

Cara Sekolah Manfaatkan Dana BOS dari Pemerintah

Liputan6.com, Jakarta Tahun ini, sekolah-sekolah di Indonesia menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) lebih cepat karena proses pencairannya langsung masuk ke rekening sekolah. Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 048 Bandung pun langsung mengalokasikan dana BOS tersebut. 

Kepala SDN 048 Bandung, Kustanto mengatakan, ada beberapa pergeseran pengalokasian dana BOS tahun ini. Salah satunya, dana BOS dialokasikan untuk mendukung program pencegahan Covid-19 di sekolah. 

"Dana BOS kami anggarkan untuk dibelanjakan sebenar-benarnya untuk menyediakan masker sejumlah anak, hand sanitizer, disinfektan, dan thermogun. Ini juga merupakan persiapan untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM)," jelas Kustanto saat dihubungi Tim Liputan6.com pada Rabu (28/4). 

Selain itu, dana BOS juga dimanfaatkan untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui beberapa cara. Misalnya menggelar lokakarya yang mengundang ahli kompeten, untuk membahas persiapan PTM, dan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). 

Ya, AKM merupakan bagian dari program belajar guru yang dirancang untuk mengaktualisasikan berbagai kompetensi yang dimiliki. Mulai dari mengevaluasi diri serta mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.

Tak hanya itu saja, Kustanto dan jajarannya juga memanfaatan dana BOS untuk karyawan honorer. Di SDN 048 Bandung, jumlah karyawan honorer totalnya ada delapan orang.

Dari jumlah tersebut, lima adalah guru honorer dan sisanya merupakan petugas layanan khusus. Meski demikian, Kustanto menjelaskan bahwa tidak semua karyawan honorer mendapat bantuan dari Dana BOS. 

"Hanya ada empat orang guru honorer yang menerima bantuan dari dana BOS karena mereka sudah memenuhi kriteria yang ditentukan dari Kemendikbud. Sedangkan lainnya, Alhamdulillah dibantu dari Pemprov Bandung dengan memberikan honorarium peningkatan mutu yang besarnya hampir sama dengan Dana BOS," jelas Kustanto. 

Ya, guru honorer yang ada di SDN 048 Bandung mendapatkan bantuan dari Dana BOS dengan kisaran 30%. Selain alokasi yang dijelaskan tersebut, Kustanto mengatakan bahwa BOS juga disalurkan untuk bantuan pulsa bagi para siswa. 

Meski diakui Kustanto, masih ada siswa yang memiliki keterbatasan untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena tidak memiliki perangkat yang mendukung. Oleh karena itu, Kepala SDN 048 Bandung pun menugaskan para guru, untuk datang langsung ke rumah dari siswa tersebut. 

"Jadi apabila siswa tidak mempunyai perangkat, proses belajar pun dilakukan luring. Guru pun dengan keikhlasannya mendatangi rumah siswa yang memang membutuhkan," jelasnya.

 

(*)