Sukses

Oksigen di Kapal Selam KRI Nanggala-402 Hanya 72 Jam, Pencarian Berpacu dengan Waktu

Liputan6.com, Jakarta - Pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak terus dilanjutkan. Keberadaan kapal harus segera terdeteksi agar seluruh penumpang bisa cepat diselamatkan. Mengingat ketersediaan oksigen di kapal selam hanya bertahan dalam waktu 72 jam.

Terkait hal ini, Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad menerangkan, tim bakal mengerahkan segala kemampuan pada operasi pencarian kapal selam hari ini. Dia tak mau berspekulasi terkait hasil akhir.

"Kita tidak bisa memberikan spekulasi apapun terkait itu. Yang jelas kita upayakan saja dulu lah. Pokoknya sampai batas waktu besok jam 3, dimaksimalkan hari ini," ujar Riad dalam keterangannya, di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (23/4/2021).

Riad berharap mendapatkan kabar baik terkait pencarian kapal selam yang dilakukan oleh petugas di lapangan.

"Kita mohon bantuan doanya sehingga pasukan atau peralatan yang dikerahkan bisa maksimal bisa menangkap posisi tersebut," tandas dia.

2 dari 3 halaman

Titik Magnet

Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad mengatakan, tim yang melakukan pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 menemukan titik magnet yang cukup kuat, yang diharapkan menjadi titik terang.

Dia menuturkan hal ini ditemukan oleh KRI Pulau Rimau yang menemukan di kedalaman 50-100 meter melayang. Adapun, ini langsung ditindaklanjuti oleh KRI Rigel.

"(Titik magnet yang ditemukan) tidak berubah dan akan dikejar itu. Mudah-mudahan itu menjadi titik terang," kata dia saat memberikan keterangan di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (23/4/2021).

Riad berharap, KRI Rigel bisa mencapai titik tersebut pada siang atau sore hari ini. Sehingga pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 bisa dimaksimalkan.

"Sehingga langsung bisa established atau membangun dan merencanakan kegiatan pencarian lebih detail," ungkap Riad.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: