Sukses

Kemenkes Ubah Strategi Tekan Kasus Covid-19 dengan Deteksi Dini

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kesehatan akan mengubah strategi untuk menekan angka penularan Covid-19. Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan SDM Kesehatan, dr. Mariya Mubarika mengatakan, pihaknya akan menerapkan Early Suspect Detection, yaitu segera mengkarantina pihak yang kontak erat dengan pasien Covid-19 tanpa harus menunggu hasil tes.

Hal ini, kata Mariya setelah pihaknya mendapat masukan dari negara yang berhasil menangani Covid-19. Mereka memberikan pesan kepada Indonesia untuk mengubah strategi yaitu dengan menerapkan deteksi dini.

"Biasanya kita mengangkat senjata ketika sudah ada kasus positif, padahal di bukti-bukti ilmiah 2 hari sebelum gejala sudah bisa menularkan, dan positif dalam PCR rata-rata setelah kontak hari ke 5. Beberapa jurnal juga menjelaskan bahwa ketika ada close contact dengan kasus kemudian dilakukan karantina tanpa menunggu hasil test maka berhasil menurunkan angka penularan dengan sangat bermakna," katanya dalam keterangan, Sabtu (17/10/2020).

Mariya menyatakan Indonesia harus merubah strategi menjadi menerapkan Early Suspect Detection untuk segera dilakukan pemisahan agar tidak menularkan lagi, kecepatan kita harus melebihi kecepatan virus.

''Kami ingin menerapkan di daerah-daerah supaya bisa selesai dalam waktu cepat," kata Mariya.

Di Pakistan, contohnya, pernah terjadi kasusnya mencapai 7.500 perhari dengan 90 persen transmisi lokal penduduk 220 juta. Artinya kondisinya lebih buruk dari Indonesia, namun berhasil menekan kasus Covid-19 ini dengan cara mengubat strategi. Yaitu memisahkan suspect bukan dari kasus positif.

"Aceh bisa lebih cepat, dengan penduduk 5 juta lebih, apalagi ada sinergitas yang kuat,'' ujar Mariya.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Cari Close Contact Secara Digital

Saat ini, kata dia, Kemenkes telah bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di mana nomor seseorang yang positif Covid-19 bisa di-tracing empat belas hari sebelumnya bertemu dengan siapa saja, berapa kali pertemuan dan berapa lama. “Kita bisa tahu close contact secara digital,'' terang dr. Mariya.

Early Suspect Detection menghasilkan nomor close contact dengan pasien positif yang kemudian akan kirimkan ke dinas kesehatan dan dibagikan ke puskesmas. Lalu nomor tersebut akan diolah menggunakan aplikasi Telesehat yang telah disosialisasikan sebelumnya dan akan dibangun juga di Provinsi Aceh.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: