Sukses

Adaptasi Penerapan Protokol Normal Baru Saat Berwisata

Liputan6.com, Jakarta Covid-19 menyebar hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan alam yang sangat indah juga mengalami pandemi virus corona dan menyebabkan dampak pada berbagai bidang. Dampak yang signifikan dirasakan oleh industri pariwisata.

Penanggulangan penyebaran virus corona dengan adanya pembatasan kegiatan di luar rumah sehingga menyebabkan penurunan wisatawan domestik dan mancanegara untuk berwisata dan seluruh tempat wisata ditutup untuk umum agar tidak menimbulkan peningkatan wabah pada masyarakat. Hal ini menyebabkan dampak bagi pelaku bisnis pariwisata dan masyarakat dalam hal berwisata yang tidak bisa seperti sebelum covid-19 muncul.

Pandemi ini memang harus diatasi dengan berbagai langkah, salah satunya yaitu mempersiapkan adanya kebijakan kehidupan secara new normal. Dengan adanya kebijakan new normal, para pelaku usaha pariwisata melakukan upaya peningkatan bidang kepariwisataan yaitu tempat-tempat wisata mempersiapkan dan menyediakan sarana prasarana yang mendukung adanya protokol kesehatan di tempat wisata sehingga para wisatawan merasa aman dan nyaman bila akan berwisata pada kondisi new normal, tentunya diiringi dengan masyarakat yang akan berwisata harus mematuhi protokol kesehatan pada dirinya yaitu melengkapi dengan memakai masker, sering mencuci tangan dan membatasi jarak satu sama lain. Hal ini dapat meningkatkan sedikit demi sedikit roda perekonomian di sektor pariwisata yang lumpuh total akibat datangnya wabah covid-19 di Indonesia. 

Menyambut kondisi new normal dan upaya membantu peningkatan industri pariwisata di Indonesia maka Universitas Airlangga menghadirkan Seminar Nasional Online dalam rangka Pengabdian Masyarakat dengan judul ‘Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Minat Masyarakat Dalam Berwisata Dan Sosialisasi Penerapan Protokol New Normal Saat Berwisata’. 

Program Seminar Nasional Online ini gratis dan terbuka untuk umum dan juga merupakan serangkaian seminar series yang dilaksanakan sebelumnya. Umi Farichah Bascha, SE., MM sebagai ketua pelaksana menyatakan bahwa program ini penting untuk dilaksanakan agar masyarakat mendapatkan edukasi sebelum melaksanakan perjalanan wisata di era normal baru.

Anggota tim seminar terdiri atas beberapa dosen multidisiplin, seperti Dian Yulie Reindrawati, S.Sos., MM., Ph.D yang juga Koordinator Program Studi Manajemen Perhotelan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, Adiana Mutamsari Witaningrum, drh., M.Vet dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga dan juga Dwi Setiani Sumardiko., S.Kep., Ns.,M.Si. dosen Program Studi Pengobatan Tradisional Universitas Airlangga. 

Seminar Nasional Online ini menghadirkan ahli di bidang pariwisata, Dr. H. Sapta Nirwandar, SE. sebagai narasumber yang merupakan Chairman of Indonesia Tourism Forum dan juga Regional Representative Indonesia pada World Tourism Forum Institute sejak tahun 2020. Dr. H. Sapta Nirwandar, SE.  Menyarankan integrated protocol Kesehatan di pariwisata mencakup 3 A yaitu Access, Amenities dan Attractions harus dipenuhi agar wisatawan merasa aman saat berwisata.

Adapun training pada hotelier untuk memahami masalah pandemic covid-19 dan training untuk melakukan pelayanan pada saat pandemic, misalnya room service tidak masuk ke room serta mengurangi kontak. Hotel pun harus menyediakan investasi inovasi baru yang memenuhi protocol cleanliness, healthy, safety and environment (CHSE) salah satunya perlengkapan touchless baru agar bisa bertahan di era normal baru ini. Beliau juga menyampaikan bahwa pandemic menyebabkan adaptasi normal baru yang membuat masyarakat mengalami perubahan perilaku, salah satunya saat ini banyak orang lebih perhatian pada health conscious dengan minum jamu tradisional Indonesia. Topik mental health dan Indonesia traditional remedies akan dibahas pada seri akhir seminar yang diselenggarakan 4 Oktober 2020 oleh tim pelaksana.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang terlaksana pada hari senin, 28 September 2020 ini berjalan dengan lancar, dan mendapatkan antusias dari peserta, karena selain terbuka gratis untuk mahasiswa, pelaku pariwisata dan umum, seminar tersebut juga menyediakan beberapa souvenir bagi beberapa peserta yang mendapatkan score tinggi pada sesi kuis dan tanya jawab.

 

(*)