Liputan6.com, Bekasi - Demo menolak RUU Cipta Kerja oleh buruh dan mahasiswa telah berhenti, menyusul berakhirnya aksi mogok kerja nasional buruh yang berlangsung selama tiga hari, 6-8 Oktober 2020.
Pihak kepolisian pun kembali membuka titik perbatasan Kota Bekasi yang sempat disekat selama demo berlangsung. Para personel yang berjaga juga telah kembali ke markas masing-masing.
"Iya untuk giat hari ini tidak ada," kata Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (9/10/2020).
Advertisement
Meski demikian, ujar Erna, masih ada beberapa personel yang berpatroli untuk memastikan kondusivitas wilayah, khususnya di jalan-jalan protokol.
"Kita ingin menjaga situasi terus kondusif," ucap Erna.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak lagi melakukan giat yang rentan dengan penularan virus Covid-19, mengingat situasi pandemi yang masih berlangsung saat ini.
"Kita imbau untuk tidak lagi melakukan demo, dikarenakan antisipasi protokol kesehatan Covid-19," imbuhnya.
Â
** #IngatPesanIbu
Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.
Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.
Saksikan video pilihan di bawah ini:
Mogok 3 Hari
Sebelumnya ribuan buruh Kota/Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melakukan aksi mogok kerja nasional selama 3 hari, menyusul disetujuinya pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR. Aksi mogok kerja dilakukan di tempat kerja masing-masing buruh.
Pengurus Cabang FSP PPMI SPSI Kota dan Kabupaten Bekasi, Heri Sopyan mengatakan ada sekitar 10.000 buruh yang mengikuti aksi mogok kerja dari tanggal 6-8 Oktober 2020. Buruh menuntut pembatalan RUU Cipta Kerja menjadi UU yang dianggap merugikan mereka.
"Buruh di perusahaan masing-masing diminta untuk satu suara menolak Undang-Undang Cipta Kerja agar penolakan makin kuat," ujar Heri, Selasa 6 Oktober 2020.
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7261845/original/041809000_1780048281-Tugas__22_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432608/original/039355600_1764817183-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-04T072013.095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3261940/original/054407300_1602154459-IMG-20201008-WA0041.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373271/original/062549400_1476380984-bekasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325493/original/082156800_1786870118-59c4995f-079f-4d12-9740-694213a3af2e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321154/original/002246500_1786430844-Begal_Cewek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317199/original/055221900_1786005151-WhatsApp_Image_2026-08-06_at_15.04.03.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302207/original/034434800_1784536498-Bupati_Bekasi_Nonaktif_Ade_Kuswara_dicecar_jaksa_dalam_persidangan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312711/original/045096600_1785553571-ec2cc7ce-8610-4f0f-bba4-b5d0397b6f3f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309819/original/057267700_1785288035-bakso_tetelan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8669810/original/074257300_1782706469-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_11.12.12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/679259/original/ilustrasi-penganiayaan-140520-andri.jpg)