Gautam Adani Kembali Jadi Orang Terkaya India, Geser Konglomerat Reliance Industries

Gautam Adani merebut kembali posisi orang terkaya India tahun ini dengan kekayaan hingga US$ 112,7 miliar.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketika rupee India melemah 8,5% dan pasar saham turun 9,5%, para orang terkaya negara tersebut justru menunjukkan ketahanan. Kekayaan kolektif 100 orang terkaya India tercatat tetap di US$ 1 triliun atau Rp 17.925 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.930), tak berubah dari pengukuran sebelumnya. Ketua Adani Group Gautam Adani menduduki posisi puncak dari jajaran 100 orang terkaya di India itu.

Mengutip Forbes, Kamis (1/10/2026), perubahan besar terjadi di puncak daftar. Taipan infrastruktur Gautam Adani, ketua Adani Group, kembali merebut posisi nomor satu setelah tiga tahun berada di peringkat kedua.

Lonjakan kekayaan sebesar US$ 20,7 miliar atau Rp 371 triliun membawa total kekayaan keluarga Adani menjadi US$ 112,7 miliar atau Rp 2.020 triliun. Grup usahanya tengah gencar berekspansi dan menanamkan US$ 100 miliar atau Rp 1.792 triliun untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Adani tercatat sebagai peraih kenaikan kekayaan dolar terbesar tahun ini. Meski begitu, kekayaan keluarganya masih di bawah puncak US$ 150 miliar atau Rp 2.688 triliun yang pernah dicapai pada 2022.

Ketua sekaligus Direktur Pelaksana Reliance Industries, Mukesh Ambani, tergeser ke posisi kedua. Kekayaan bersih Mukesh Ambani mencapai US$ 86,3 miliar atau Rp 1.546 triliun, turun US$ 18,7 miliar atau Rp 335 triliun akibat tekanan margin, termasuk di bisnis ritel yang membebani Reliance.

Sementara, Ambani tengah bersiap mencatatkan saham operator seluler Reliance, Jio Platforms, di bursa, setelah mendapat persetujuan regulasi untuk penawaran umum perdana (IPO) yang berpotensi menghimpun dana hingga US$ 3,8 miliar atau Rp 68,1 triliun.

 

Taipan Baja Melesat Delapan Peringkat

Jika terealisasi, IPO Jio Platforms berpotensi menjadi penawaran saham publik terbesar di India. Di sisi lain, Savitri Jindal, matriark kelompok usaha O.P. Jindal Group, mempertahankan posisi ketiga meski kekayaannya menyusut menjadi US$ 39,8 miliar atau Rp 713 triliun.

Peraih persentase kenaikan kekayaan terbesar adalah taipan baja Lakshmi Mittal, yang melompat delapan peringkat ke posisi keempat, dengan kekayaan bersih melonjak 74% menjadi US$ 34,7 miliar atau Rp 621,9 triliun.

Mittal turut membuat gebrakan di dunia olahraga lewat akuisisi pada Mei lalu. Bersama putra taipan vaksin Cyrus Poonawalla, Adar, ia mengakuisisi tim kriket Rajasthan Royals di ajang Indian Premier League (IPL), dalam kesepakatan yang menilai tim itu sebesar US$ 1,65 miliar atau Rp 29,5 triliun.

Namun, kekayaan lebih dari separuh orang dalam daftar justru menurun karena otomatisasi berbasis AI yang dihadapi sektor jasa perangkat lunak India.

Kekayaan bersih Shiv Nadar dari HCL Technologies, Azim Premji dari Wipro, dan N.R. Narayana Murthy dari Infosys tercatat menurun. Bahkan, dua pendiri Infosys lainnya tersingkir dari daftar.

Di sisi lain, tujuh nama kembali masuk daftar seratus orang terkaya, salah satunya Anil Agarwal yang berhasil melepas nilai dari lini usaha pertambangan dan logamnya, Vedanta, dengan memecahnya menjadi lima entitas yang tercatat di bursa.

Ambang batas kekayaan bersih minimum daftar turun menjadi US$ 3 miliar atau Rp , dari tahun sebelumnya USD 3,2 miliar.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6