Jokowi: Kita Tidak Bisa Mengharapkan Investasi Lagi

Hal itu disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas terkait percepatan penyerapan anggaran pendapatan dan belanja Daerah (APBD) 2020 di Istana Bogor, Jawa Barat.

Diperbarui 15 Juli 2020, 21:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar rapat terbatas terkait percepatan penyerapan anggaran pendapatan dan belanja Daerah (APBD) 2020 di Istana Bogor, Jawa Barat. Mantan Gubernur DKI Jakarta menjelaskan saat krisis, investasi tak bisa diandalkan.

"Apa yang harus kita lakukan di bulan ini? Kita tidak bisa mengharapkan lagi yang namanya investasi, itu pasti minus pertumbuhannya," kata Jokowi saat rapat terbatas di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/7/2020).

Dikutip dari Setkab.go.id, Jokowi menjelaskan cara yang dilakukan agar ekonomi semakin baik yaitu dengan menggunakan anggaran belanja pemerintah. Dia meminta agar para kepala daerah tidak menunda anggaran.

"Kalau ekonomi di provinsi Bapak-Ibu semuanya ingin cepat pulih, belanjanya semuanya harus dipercepat. Kuncinya hanya di situ. Enggak bisa lagi kita mengharapkan sekali lagi, investasi, swasta, enggak," ungkap Jokowi.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Percepat Belanja Pemerintah

Dia menjelaskan pada saat normal kredit perbankan bisa mencapai 13 persen namun kita tidak bisa diharapkan lagi. Sebab itu Jokowi tegaskan agar gunakan belanja pemerintah.

"Oleh sebab itu, saya berharap, belanja-belanja yang ada ini, harus dipercepat. Karena itu akan menaikkan konsumsi domestik kita, konsumsi rumah tangga kita yang di kuartal kedua ini turun, anjlok," ungkap Jokowi.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Presiden Jokowi hibur anak-anak dengan atraksi sulap di peringatan Hari Anak Nasional, di Pekanbaru, Riau.
    Joko Widodo merupakan Presiden ke-7 Indonesia yang memenangi Pemilihan Presiden bersama wakilnya Jusuf Kalla pada 2014
    Jokowi
  • liputan6
    Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
    Investasi