Sukses

Perbaikan Sekolah Ambruk di Kembangan Terkendala Banjir

Liputan6.com, Jakarta - Pembongkaran kanopi sekolah yang ambruk di SDN 10 Pagi dan SDN 12 Petang, Kembangan Utara, Jakarta Barat lambat terselesaikan karena terkendala banjir Jakarta beberapa hari lalu.

Adapun pembongkaran tersebut masih dilakukan di lokasi sekolah pada Minggu (5/1/2020), menyusul dengan kanopi di SDN Kembangan Utara 09 Pagi dan 11 Petang yang masih dalam satu atap ikut dirobohkan.

Pembongkaran kanopi itu dijanjikan akan selesai sebelum hari pertama aktif masuk sekolah yang jatuh pada Senin 6 Januari, oleh Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat dan Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta.

Seeorang petugas di SDN Kembangan Utara 10 Pagi, Adi mengatakan, proses perobohan sisa kanopi memang terkendala banjir setinggi 50 cm yang merendam sekolah tersebut.

"Air masuk ruang kelas hingga ruang guru. Jadi kemarin dari Rabu sampai Jumat​ enggak bisa dikerjain karena akses jalannya juga enggak bisa lewat, pada dibangun tenda buat pengungsi," kata Adi seperti dilansir dari Antara, Minggu (5/1/2020).

Adi menyebut, banjir pada awal Januari ini merupakan yang terparah sejak sekolah dibangun. Sekolah tersebut rawan banjir, karena posisinya lebih rendah dibanding jalan dan berada tepat di seberang aliran Kali Cengkareng Drain. Kendati proses pembongkaran sisa kanopi masih dilakukan, Adi menjamin kegiatan belajar esok tak akan terganggu.

Sementara Kepala Sekolah SDN Kembangan Utara 11 Petang, Purwati mengatakan, kanopi sekolahnya yang berada di sebelah lokasi kanopi ambruk, juga akan dibongkar demi alasan keamanan.

"Yang roboh itu di SDN 10 dan 12, tapi karena ini masih satu bangunan, jadi instruksi dari pimpinan untuk ikut dirobohkan juga untuk menghindari hal yang tidak diinginkan berhubung juga sedang musim hujan," kata Purwati.

Senada dengan Purwanti, Kepala Sekolah SDN Kembangan Utara 09 Pagi, Mia mengatakan, apabila pengerjaan perobohan sisa kanopi tak selesai hari ini maka akan dilanjutkan pada akhir pekan mendatang.

"Karena kalau hari biasa enggak mungkin, anak-anak baru pulang itu jam 5 sore. Mungkin bisa dikerjain lagi, Sabtu-Minggu," kata Mia.

Saksikan video pilihan berikut ini: