Sukses

Deretan Fakta Penemuan Jasad Dicor di Musala, Dibunuh hingga Motif Asmara

Liputan6.com, Jakarta - Siasat keji pelaku pembunuhan Surono (50) warga Jember yang mengecor jasad korban di lantai musala rumah terbongkar. Pelaku adalah Busani (45) dan Bahar Mario (27) yang tak lain adalah istri serta anak kandung korban sendiri.

Rupanya, kedua pelaku mempunyai motif tersendiri hingga akhirnya tega berkomplot menghabisi nyawa Surono sebelum akhirnya tega dicor.

"Pembunuhan itu atas inisiatif dua-duanya. Sama-sama punya peran untuk membunuh," ujar Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat jumpa pers di Mapolres Jember pada Kamis, 7 November 2019.

Alfian membeberkan, motif pembunuhan yang pertama adalah dendam asmara. Lalu motif kedua adalah harta, yakni soal perebutan warisan.

Berikut fakta-fakta penemuan jasad dicor yang merupakan korban pembunuhan:

 

2 dari 6 halaman

Motif Istri

Kepada penyidik, Busani, istri Surono mengaku tega menghabisi suaminya awalnya karena cemburu buta.

Busani menuding korban main gila dengan seorang perempuan berinisial I yang berimbas berkurangnya 'duit belanja' yang disetorkan Surono kepadanya. Busani juga dikenal pencemburu.

"Sakit hati juga dari pelaku B (Busani) kepada korban Surono karena tuduhan kepada I," ujar Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal.

Padahal, lanjut Alfian, di sisi lain Busani sendiri selama ini memiliki hubungan khusus dengan Jumarin, tetangga satu desa beda dusun dengannya.

"Hubungan keduanya juga cukup mencolok dan sudah diketahui beberapa tetangga. Kedua orang paruh baya ini tak canggung tampil berdua," ucapnya.

Selain curiga masalah keuangan, niat Busani membunuh suaminya juga agar dia bisa dengan mudah menikah siri dengan Jumarin.

"Ada kaitannya (dengan keinginan Busani untuk menikah dengan Jumarin)," kata Alfian.

 

3 dari 6 halaman

Motif Anak

Sementara itu, motif Bahar Mario, anak kandung korban Surono adalah terkait harta warisan. Bahar sakit hati karena mendapatkan bagian sedikit dari penjualan ladang kopi milik Surono.

Ladang kopi Surono sendiri meraup omzet sekira Rp 140 juta dalam setahun belakangan.

"Korban S ini dikenal cukup mampu secara ekonomi. Penghasilannya dari panen kopi cukup lumayan. Tetapi istri dan anaknya merasa, cuma diberi jatah sedikit. Bahar mengaku cuma diberi jatah ratusan ribu oleh ayahnya, merasa kurang," papar Alfian.

 

4 dari 6 halaman

Bahar Kembali dari Bali Untuk Membunuh

Busani dan Bahar pun kemudian bersekongkol untuk membunuh Surono.

"Busani ini tidak menyuruh secara langsung, tetapi semacam menyetujui atau mendorong rencana pembunuhan itu," lanjut penyidik yang enggan disebut namanya itu.

Demi membunuh sang ayah, Bahar rela mudik sebentar pada akhir Maret.

"Cuma pulang sekitar tiga hari. Setelah membunuh, Bahar istirahat sebentar dua hari. Lalu kembali lagi ke Bali dengan membawa uang tunai Rp 6 juta milik Surono dan sebuah sepeda motor Honda CB. Motor itu dijual, dan laku belasan juta rupiah," ungkapnya.

 

5 dari 6 halaman

Surono Dibunuh Akhir Maret 2019

Pembunuhan terjadi sekitar akhir Maret 2019. Kala itu, Bahar berperan menghujamkan linggis yang mengenai tulang pipi dan rahang sebelah kiri korban. Saat itu, dini hari korban sedang terlelap.

"Listrik sengaja dimatikan oleh tersangka B (Busani, istri korban). Tersangka B berperan membantu pelaku Bhr (Bahar) dengan memberikan penerangan berupa lampu portabel," terang Alfian.

Selain membantu memegangi lampu, Busani juga berperan membantu menggeret mayat Surono untuk kemudian dikuburkan oleh Bahar.

"Secara umum, dendam dan sakit hati menjadi alasan kedua orang itu membunuh Surono dengan keji. Selain itu juga terdapat motif ekonomi," pungkas Alfian.

 

Reporter : Muhammad Permana

Sumber : Merdeka

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading