Sukses

Ini 17 Kader Partai Politik yang Diprediksi Duduk Jadi Menteri Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Jokowi akan melantik para menteri pilihannya di Kabinet Kerja Jilid II pada hari ini, Rabu (23/10/2019). Sebelumnya, para tokoh calon menteri tersebut sudah dipanggil satu per satu ke Istana Kepresidenan sejak Senin, 21 Oktober 2019.

Para tokoh yang dipanggil mulai dari kalangan profesional, pengusahan, maupun kader partai politik.

Usai berbincang dengan Jokowi, para calon menteri langsung memberi keterangan pers.

Ada calon menteri yang terang-terangan mengungkap posisinya, ada pula yang enggan memberi tahu. Misalnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terang-terangan mengatakan bahwa dirinya diminta Jokowi untuk mengurus pertahanan.

Tak hanya Prabowo, ada pula kader-kader partai politik lain yang datang ke Istana memenuhi panggilan Jokowi jelang pengumuman kabinet. Ada dari PKB Ida Fauziyah, Nasdem Johnny G Plate, dan Golkar Airlangga Hartarto.

Setidaknya, ada 17 politikus dari enam partai politik yang hadir di Istana. Dari enam partai politik itu, ada tiga yang sebelumnya termasuk oposisi dari pemerintah sebelumnya.

 

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

17 Kader Partai Politik

Berikut nama-nama kader partai politik yang hadir menjadi calon menteri pilihan Jokowi-Ma'ruf Amin:

PDIP

1. Tjahjo Kumolo

2. Yasonna Laoly

3. Juliari Batubara

4. Pramono Anung

5. I Gusti Ayu Bintang Darmawati

Golkar

1. Airlangga Hartarto

2. Agus Gumiwang

3. Bahlil Lahadalia

4. Zainudin Amali

Nasdem

1. Syahrul Yasin Limpo

2. Siti Nurbaya Bakar

3. Johhny G Plate

PKB

1. Agus Suparmanto

2. Ida Fauziyah

3. Abdul Halim Iskandar

PPP

1. Suharso Monoarfa

Gerindra

1. Prabowo Subianto

2. Edhy Prabowo

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Prabowo Akan Bahas Nasib Rizieq Shihab Bersama Jokowi dan BIN
Artikel Selanjutnya
Jokowi Buka Kemungkinan Revisi UU Pemilu 2024