Sukses

Survei Median: 60 Persen Warga Ingin Kota Bekasi Gabung ke DKI

Liputan6.com, Jakarta - Hasil survei terbaru Media Survei Nasional (Median) mengungkap, warga Kota Bekasi sebagian besar menginginkan menjadi bagian dari wilayah DKI Jakarta. Survei dilakukan dengan tema "Persepsi Penduduk Kota Bekasi dan DKI Jakarta Atas Rencana Penggabungan Kota Bekasi dan DKI Jakarta".

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun mengatakan, sebagian besar warga Kota Bekasi menjawab setuju ketika ditanyakan apakah bapak/ibu setuju atau tidak terhadap rencana bergabungnya Kota Bekasi menjadi bagian dari wilayah DKI Jakarta.

"Dari hasil survei ditemukan bahwa sebanyak 60,6 persen warga Kota Bekasi setuju jika Kota Bekasi bergabung dengan DKI Jakarta. Hanya sebesar 11,4 persen warga saja yang tidak setuju. Sedangkan 26,0 persen warga menjawab tidak tahu," kata Rico Marbun dalam keterangan pers yang diterima merdeka.com, Rabu (16/10).

Menurutnya, berdasarkan hasil survei ternyata sebagian besar warga Kota Bekasi sudah mengetahui wacana dan isu penggabungan Kota Bekasi ke dalam wilayah DKI Jakarta.

"Ketika ditanyakan, apakah bapak/ibu mengetahui tentang wacana penggabungan Kota Bekasi ke dalam wilayah DKI Jakarta? Ternyata sebanyak 71,2 persen warga Kota Bekasi mengetahuinya. Hanya sebesar 28,8 persen warga yang tidak mengetahui isu tersebut," kata Rico.

Dia mengatakan, dari 60,6 persen warga Kota Bekasi yang setuju terhadap wacana penggabungan dengan DKI Jakarta, ada beberapa alasan terbesar yang melatarbelakangi warga Kota Bekasi menyetujui wacana bergabungnya Kota Bekasi ke dalam wilayah DKI Jakarta.

"Lima alasan terbesar dari warga Kota Bekasi bergabung dengan DKI Jakarta berdasarkan survei, sebanyak 14,4 persen menganggap lebih dekat dengan wilayah DKI Jakarta daripada Bandung; 7,8 persen menganggap akan lebih maju dan berkembang; 7,8 persen setuju dengan usulan pemkot Bekasi bergabung dengan DKI Jakarta; 5,8 persen menganggap lebih strategis dengan DKI Jakarta; 5,8 persen ingin mengatasi pengangguran," katanya.

Survei dilakukan pada 21 September sampai 5 Oktober 2019. Jumlah responden adalah 500 orang warga Kota Bekasi dan 500 orang DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan multistage random sampling dengan margin of error sebesar 4,3 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Reporter : Mardani

Sumber: Merdeka.com

Loading
Artikel Selanjutnya
Bangga, Remaja Perempuan dari Bekasi Sabet Gelar Juara Menyanyi di Swedia
Artikel Selanjutnya
Bentrok FBR Vs Pemuda Pancasila di Bekasi, Satu Orang Luka Parah