Sukses


Sekjen MPR: Pentingnya UUD 1945 untuk Cegah Korupsi

Liputan6.com, Yogyakarta - Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono mengatakan, konstitusi memiliki kaitan erat dengan antikorupsi. Menurut dia, keberadaan konstitusi UUD 1945 sangat penting.

Ma'ruf menyebut, apabila masyarakat, khususnya generasi muda bisa memahami nilai-nilai konstitusi, maka nilai-nilai itu menjadi rambu-rambu untuk mencegah perilaku korupsi.

"Konstitusi tidak hanya menjadi landasan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga mengandung ideologi dan jatidiri bangsa. Dalam konstitusi ada ideologi dasar negara Pancasila yang menjadi jati diri bangsa," ujar Ma'ruf, Kamis (12/9/2019).

Pernyataan tersebut diungkapkan Ma'ruf dalam talkshow bertema Ukir Jejak Integritasmu, Wujudkan Budaya Konstitusi dan Antikorupsi di Graha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Acara talkshow itu merupakan acara puncak kegiatan Festival Konstitusi dan Antikorupsi Tahun 2019.

Ma'ruf menilai, karena itulah generasi muda dan mahasiswa harus memahami konstitusi dan Pancasila. Menurutnya, generasi muda adalah orang-orang yang memiliki optimisme dan harus terdepan dalam memahami konstitusi.

"Generasi muda harus paham dan tahu konstitusi serta mempunyai kesadaran berkonstitusi," ucapnya.

Menurut dia, MPR dengan visi sebagai Rumah Kebangsaan dan pengawal ideologi Pancasila serta kedaulatan rakyat, senantiasa terus melakukan internalisasi nilai-nilai Pancasila dan konstitusi melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR.

"Bukan hanya internalisasi nilai-nilainya tapi juga normanya. Saya kira ada kaitan antara konstitusi dan pemberantasan korupsi. Sebab, memahami konstitusi dan peraturan perundang-undangan secara baik maka sendirinya perilaku koruptif tidak akan mungkin terjadi," papar Ma'ruf.

 

2 dari 3 halaman

Sosialisasi Empat Pilar

Ma'ruf menjelaskan, MPR melakukan berbagai cara dan metode sosialisasi Empat Pilar MPR untuk memberi pemahaman ideologi negara dan konstitusi.

Hal itu dilakukan agar generasi muda memiliki orientasi menuju bangsa yang religius, humanis, nasionalis, demokratis, dan adil.

"Kita terus memberi pemahaman konstitusi khususnya kepada generasi milenial agar memiliki pegangan dalam penyelenggaraan kehidupan sehari-hari. Kita menyasar generasi muda dengan berbagai cara," kata dia.

Menurut Ma'ruf, dengan cara internalisasi nilai-nilai dan pemahaman konstitusi adalah upaya ke depan untuk mencegah korupsi.

"Ini bisa menjadi satu instrumen untuk meminimalisir bahkan menghilangkan sama sekali pikiran-pikiran di kalangan generasi muda untuk melakukan perilaku koruptif," kata Ma'ruf.

Dalam talkshow yang dihadiri Ketua KPK Agus Rahardjo, Wakil Ketua MK Prof Dr Aswanto, Rektor UGM Prof Panut Mulyono, dan ribuan mahasiswa itu, Ma'ruf pun membacakan sebuah puisi yang mengingatkan pada nilai-nilai luhur bangsa.

"Ketaatan menjadi sebuah kesadaran. Kejujuran menjadi harga diri dan kehormatan. Itulah Indonesia yang sesungguhnya," begitu penggalan puisi yang dibacakan terkait antikorupsi.

Terakhir, Ma'ruf pun berpesan kepada para mahasiswa untuk ikut bertanggungjawab merawat jati diri bangsa dan untuk meningkatkan kompetensi.

"Agar bisa memiliki daya saing dan mampu beradaptasi dengan perkembangan dan tuntutan global," pungkas Ma'ruf.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Hidayat Nur Wahid: Keberadaan Masjid Meningkatkan Kualitas Pondok Pesantren
Artikel Selanjutnya
Menyelaraskan Pembangunan Nasional dan Daerah Lewat Haluan Negara