Sukses

Bursa Ketum Golkar, Berapa Peluang Airlangga Hartarto Vs Bambang Soesatyo?

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan peluang politikus Partai Golkar sekaligus Ketua DPR RI Bambang Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan petahana Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk memenangkan posisi Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024 sama besar.

"Sama-sama berpeluang fifty-fifty karena melihat kecenderungan yang sama-sama kuat dan memiliki bekal politik yang memadai," ujar Adi, di Jakarta, Minggu 21 Juli 2019 seperti dilansir Antara.

Airlangga, lanjut Adi, sebagai Ketua Golkar punya penetrasi kuat kepada pengurus Golkar, DPD I, dan DPD II. Sedangkan Bamsoet sebagai Ketua DPR cukup 'seksi' karena simbol politik adalah DPR.

Meski begitu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini berpendapat, Airlangga lebih diuntungkan karena posisinya sebagai Ketum menjadikannya lebih mudah meraup suara.

"Siapa yang bisa dan berhak menentukan ketua umum ya ketua DPD I dan DPD II, posisinya sebagai Ketum Golkar jauh lebih menguntungkan dibanding Bamsoet," katanya pula.

Selain itu, menurut Adi, kinerja Airlangga terkenal cukup baik di kalangan internal karena mampu menyelamatkan Golkar dari guncangan, setelah sejumlah kader inti Golkar terjerat kasus korupsi.

2 dari 3 halaman

Bursa Calon Ketum Golkar

Sejauh ini, sejumlah kader Golkar sudah mendeklarasikan maju sebagai calon Ketum Golkar, yakni petahana Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, Ali Yahya, Ulla Nuchrawatty, Marlinda Irwanti, dan Indra Bambang Utoyo.

Airlangga mengatakan, sejauh ini dia sudah memperoleh dukungan sebesar 75 persen dari kader partai Golkar.

"Sudah di atas 75 persen (dukungan yang diperolehnya untuk Munas)," klaim Airlangga Hartarto Jumat (17/7/2019) malam.

Dia pun menyebut, selain MKGR, ada pula ormas sayap lain yang mendukungnya.

"Ya kalau ormas-ormas Trikarya dan ormas-ormas yang mendirikan dan didirikan sudah memberikan aspirasi," pungkasnya.

Sementara itu, Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengatakan, niatnya maju sebagai bakal calon ketua umum lantaran dorongan aspirasi para kader Golkar di daerah. Para kader, kata Bamsoet, menghendaki adanya perubahan dan perbaikan di partai berlambang pohon beringin.

"Saya maju karena aspirasi dari kader-kader di daerah. Saya tidak ingin ketua Golkar di daerah jual harta bendanya karena dana saksi yang tidak turun. Saya tidak ingin ketua daerah disalahkan atas merosotnya suara partai sementara tak ada support dari pusat," kata Bamsoet saat deklarasi.

Dia mengajak setiap kader yang maju sebagai bakal calon ketua umuk untuk bertarung secara demokratis. Bamsoet mengharamkan kompetisi yang penuh ancaman dan paksaan.

Bagi Bamsoet, suksesi kepemimpinan yang demokratis merupakan pembelajaran politik yang penting bagi masyarakat.

"Mari para calon, termasuk Pak Airlangga, mari kita bertarung sehat tanpa ancaman dan tekanan. Biat rakyat melihat apakah kita mengelola partai ini secara demokratis atau otoriter," ucap Bamsoet.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Airlangga: yang Paling Penting di Golkar Ini Sabar
Artikel Selanjutnya
Kliam Kantongi 92% Dukungan, Airlangga Minta Kader Kawal Suara hingga Munas