Dua Calon Rektor UI Mengumbar Janji

Calon rektor Universitas Indonesia berjanji menjadikan mahasiswa sebagai mitra setara dalam memutuskan kebijakan, termasuk soal SPP. Mahasiswa tak mampu juga dijanjikan kuliah gratis.

Diterbitkan 14 Agustus 2002, 08:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Hujan janji meluncur enteng dari dua calon rektor Universitas Indonesia dalam acara Debat Calon Rektor dengan Mahasiswa di Kampus UI, Depok, Selasa (13/8). Kedua calon rektor UI ini akan mengikuti babak penentuan akhir melalui voting yang akan diikuti wakil dari pemerintah hari ini.

Profesor Doktor Martani Huseini mengiming-iming mahasiswa sebagai mitra sejajar jika dirinya dipilih sebagai rektor UI. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini menegaskan komitmennya untuk mengajak mahasiswa ikut membicarakan kebijakan kampus, termasuk menentukan besaran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP).

Sedangkan calon lain, Doktor Uman Chatib Warsa dengan mantap mengundang calon mahasiswa tak mampu untuk datang ke UI. Pejabat Rektorat UI ini berjanji akan memberi beasiswa bahkan kuliah gratis bagi para mahasiswa miskin. Mahasiswa, dosen, dan pegawai rektorat sontak memberi tepukan sembari tertawa mendengar janji calon rektor tersebut.

Seorang guru besar juga mempertanyakan status mereka yang tidak masuk dalam sistem berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 152 Tahun 2000 bahwa UI secara resmi menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) pada akhir 2000. Karena itu, dengan lantang dia meminta para calon rektor tak perlu menaburkan janji-janji muluk.

Di mata mahasiswa UI, Meidy Ferdiansyah, rektor baru harus menjadikan mahasiswa mitra sejajar dalam menentukan kebijakan seputar kampus. Dia juga berharap rektorat tak terlalu mengejar duit dengan mengkomersialkan berbagai fakultas di universitas negeri itu. Sebab, hal itu hanya akan memberatkan kantong mahasiswa.

Sementara itu, seorang karyawan mempersoalkan perbedaan insentif antara pegawai rektorat dan fakultas. Karyawan rektorat mendapat Rp 200 ribu per bulan untuk ongkos 20 hari kerja. Sedangkan pegawai fakultas cuma mendapat Rp 100 ribu per 20 hari. Dia juga mempertanyakan jenjang karir yang diambil alih para pengajar di bidang administratif.(TNA/Jeremy Teti dan Anto Susanto)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6