Sukses

Gelar Syukuran, Relawan Alumni ITS Ingin Situasi Kembali Sejuk Usai Pemilu

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kalangan lintas profesi yang tergabung dalam Relawan Alumni Institut Sepuluh November (ITS) menggelar syukuran atas lancarnya penyelenggeraan pemilu serentak 2019. Acara ini juga bertujuan untuk merajut kembali perbedaan pilihan Alumni ITS.

Perwakilan Alumni UTS, Joseph Setiawan mengatakan banyak alumni ITS yang aktif dalam kampanye di dua kubu pasangan capres-cawapres di pemilu 2019 lalu. Namun, dia ingin perbedaan yang ada itu hilang setelah pemilu ini usai.

"Kita menggelar acara ini juga sebagai syukuran karena kita telah menyelenggarakan Pilpres dengan aman. Karena pilpres telah selesai maka kita terus merajut kebhinekaan,” ucap Joseph dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/5/2019).

Joseph pun menyoroti merebaknya hoaks selama pemilu yang dinilai olehnya menjadi salah satu akar permasalahan munculnya perpecahan di masyarakat. Dia berharap, penyebaran hoaks tida lagi terjadi usai Pemilu 2019.

"Kita sebagai alumni tidak sepakat dengan adanya hoaks. Kita tetap berkawan. Alumni ITS tidak sepakat dengan hoaks karena kita ingin merajut kebangsaan," ucap dia.

Menyinggung soal perayaan kemenangan dua pasangan capres-cawapres oleh pendukungnya, Joseph menilai, bagaimanapun proses perhitungan masih berjalan, kita tetap menghormati proses penghitungan suara yang sedang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Selain diisi dengan doa dan syukuran, acara relawan ITS ini juga diisi program peduli berupa pemberian santunan bagi petugas pemilu yang meninggal dunia. Acara juga diisi oleh talk show teknologi dana inovasi.

"Pada syukuran ini, alumni ITS juga memiliki kepedulian, dalam bentuk memberikan donasi  bagi petugas KPPS yang meninggal saat pilpres kemarin, "ujar  Joseph Setiawan.

2 dari 3 halaman

Tawarkan Inovasi Bagi Jokowi-Ma'ruf

Sementara itu, dalam sesi talkshow, tokoh Alumni ITS lainnya, Irnanda Laksanawan, mengatakan saat ini sudah saatnya alumni ITS memberikan sesuatu, seperti blue paper bagi Jokowi-Amin. Karena hingga saat ini, begitu banyak kendala inovasi yang dihadapi negeri ini.

Dia berharap, Alumni ITS harus memiliki sebuah usulan kepada pemerintah seputar inovasi. "Setidaknya, saat ini RUU inovasi yang yang usulkan bisa segera teralisasi," ujarnya di hadapan alumni Alumni ITS.

"Alumni ITS,  perlu membuat blue paper, ITS mempunyai keberpihakan yang besar pada pengembangan teknologi dan inovasi. Mudah-mudahan dari syukuran ini bisa menghasilkan sesuatu usulan dari Alumni ITS untuk pak Jokowi. Pak Jokowi ga suka teoritis tapi yang kongkrit," ujar dia.

Irnanda Laksanawan mengatakan, tren ekonomi yang memperluas ruang lingkup analisis ekonomi dengan mengkonstruksikan model-model yang menjelaskan bagaimana ekonomi pasar berinteraksi dengan lingkungan dan ilmu pengetahuan serta teknologi yang menghasilkan inovasi, tengah gencar dilakukan di Indonesia.

Dan itu menjadi sesuatu yang menarik untuk didiskusikan, karena prediksi kedepan dalam membuat sebuah inovasi akan menjadi sebuah kunci untuk pembangunan ekonomi kedepan.

"Kita alumi ITS perlu mendorong agar dalam amandemen Undang-Undang nomor 18 tahun 2002 melalui RUU tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SISNAS IPTEK), Inovasi dapat dimasukkan dan dapat diperbesar perannya sehingga nanti Dewan Riset Nasional dapat diperluas menjadi Dewan Riset dan Inovasi Nasional, “papar Irnanda.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Menguji Kesolidan Parpol Koalisi Prabowo-Sandi
Artikel Selanjutnya
Tentukan Dukungan Usai Pilpres, PAN akan Gelar Evaluasi