Sukses

Farhat Abbas Akan Laporkan Prabowo karena Klaim Menang Pilpres

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Farhat Abbas berencana melaporkan capres Prabowo Subianto karena mengklaim menang Pilpres 2019 dengan perolehan suara sekitar 62 persen.

Farhat menilai, pernyataan atau pidato Prabowo yang mengklaim kemenangannya termasuk kategori berita bohong. Demikian disampaikan Farhat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019).

"Karena massa mengetahui, apa yang dilakukan Prabowo, termasuk apa yang dikatakan Pak Prabowo bahwa hari ini dia menang pilpres, menang C1 dan menang sebagainya, kita anggap itu berita bohong," jelasnya.

"Bahkan kemungkinan kita akan laporkan kembali kasus mengaku sebagai presiden dan sudah siap dilantik," lanjutnya.

Farhat tak menyampaikan kapan pihaknya akan melaporkan Prabowo. Saat ini pihaknya tengah fokus dengan perkembangan pelaporan 17 orang yang berkaitan dengan penyebaran berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet.

"Ya tunggu dulu satu per satu. Ada rencana (melaporkan) Pak Prabowo, Sandi juga, Sandi juga sudah bilang (klaim menang)," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Rugikan Masyarakat

Menurutnya, penyataan Prabowo yang menyatakan kemenangannya dan menuding lembaga survei bohong adalah upaya penggiringan opini publik.

"Bayangkan orang menang capres, ada lembaga survei, tiba-tiba seperti ini bisa menggiring opini, bukan menguntungkan bagi dia tapi merugikan masyarakat dan lawan politiknya," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Muhammad Taufik, meminta seluruh kader dan simpatisan 02 menjaga ketat Pemilu 2019. Pasalnya, pihaknya menemukan beberapa kecurangan yang beredar di media sosial.

"Ya saya kira hampir semua masyarakat mengetahuinya lewat media. Indikasi-indikasi itu ada, karenanya kami akan terus menjaga ini, menjaga secara ketat, hingga ke perhitungan suara di KPU nasional," kataTaufik di Seknas Prabowo-Sandi di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019) malam.

"Ya kalau kita perhatikan ya angka-angka, kebetulan kita dapat juga dari teman-teman, di atas itu kan Pak Prabowo-Sandiaga yang menang, ini kenapa tiba-tiba di balik. Saya kira sudah tidak boleh lagi begitulah. Itu suara rakyat, jangan dimanipulasi," ujar Taufik.

Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra menegaskan, hasil real count pihaknya, Prabowo menang 62 persen. Dia mengatakan, klaim Prabowo Subianto itu dapat dipertanggungjawabkan.

"Sangat bisa dipertanggungjawabkan," ucap Taufik.

 

Reporter: Hari Ariyanti