Sukses

KPU Akan Beri Santunan ke Petugas KPPS yang Meninggal dan Sakit

Saat ini KPU akan berbicara ke Kementerian Keuangan untuk memberikan santunan kepada para petugas.

Fokus, Jakarta - Di Puskesmas Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur, inilah seorang ketua KPPS menjalani rawat inap. Petugas bernama Anas Ubadilah bersama tiga rekannya jatuh pingsan karena kelelahan demi suksesnya Pemilu 2019.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Selasa (23/4/2019), pasalnya, sejak pemungutan suara berakhir petugas masih harus bekerja keras melakukan penghitungan suara hingga tingkat kecamatan. Mereka mengaku kurang tidur sejak pemungutan suara berlangsung.

"Dari pihak puskesmas menyatakan itu kelelahan, kalau dari korban itu 4 hari setelahnya nggak tidur, istilahnya istirahatnya kurang," kata Ketua PPK Sukodadi Moh. Fauzun.

Sementara, di Puskesmas Kerongkong, Lombok Timur, seorang panitia pemungutan suara juga terbaring sakit. Petugas bernama adrian dirawat karena kelelahan mempersiapkan pemilu hingga proses penghitungan suara. Kondisi serupa juga dialami ketua KPPS Desa Kuripan, Lombok Barat. Lantaran harus bekerja keras, ketua KPPS bernama Nuriman harus dirawat di puskesmas.

Berdasarkan data KPU (Komisi Pemilihan Umum), jumlah petugas yang jatuh sakit akibat kelelahan mencapai 374 orang. Sementara, petugas yang meninggal dunia mencapai 90 orang di 19 provinsi. Saat ini KPU akan berbicara ke Kementerian Keuangan untuk memberikan santunan kepada para petugas.

"Kami akan mengusulkan besaran santunan untuk yang meninggal dunia sekitar Rp 30-36 juta," ujar Ketua KPU RI Arief Budiman.

Selain petugas yang meninggal, santunan juga diusulkan diberikan kepada petugas yang menjadi cacat, yakni maksimal Rp 30 juta dan petugas yang sakit Rp 16 juta.