Aksi Ribuan Petani Tolak Penambangan Pasir Besi di Kulon Progo

Aksi petani ini sempat dihadang oleh aparat keamanan yang sudah berjaga-jaga di sekitar lokasi tempat massa akan berkumpul.

Diterbitkan 01 April 2019, 09:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Fokus, Kulon Progo - Puncak peringatan 13 tahun petani pesisir Kulon Progo yang tergabung ke dalam Paguyuban Petani Lahan Pantai Kulon Progo (PPLP) dilakukan dengan menggelar konvoi di Jalan Dandels, jalur lintas selatan Pulau Jawa di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Senin (1/4/2019), dengan menggunakan sepeda motor mereka bergerak menuju ke titik kumpul di pesisir Pantai Trisik yang lokasinya berada di sebelah pabrik penambangan pasir besi.

Di sepanjang jalan menuju ke titik kumpul, massa meneriakkan yel-yel tolak tambang besi di Kecamatan Panjaitan.

Aksi petani ini sempat dihadang oleh aparat keamanan yang sudah berjaga-jaga di sekitar lokasi tempat massa akan berkumpul. Demi ketertiban umum, polisi meminta konvoi dilakukan di jalan desa bukan di jalan utama karena akan menganggu lalu lintas.

"Mengingat situasi dan kita menghindari bentrokan yang tidak perlu, jadi kita sarankan untuk tidak melewati jalan utama," kata Kabag Ops Polres Kulon Progo Kompol Sudarwan.

Rangkaian acara peringatan 13 tahun petani pesisir Kulon Progo ini kemudian dilanjutkan dengan menggelar syukuran dan doa bersama.

Petani berjanji akan terus menolak penambangan pasir besi selain dengan menggelar unjuk rasa juga dengan menanam pepohonan di lokasi penambangan besi.

"Kita melawan dengan menanam, ketika kita menanam kemudian diganggu nanti kan itu urusannya sudah lain, jadi wujud penolakannya kita tetap menanam," ucap Ketua PPLP Kulon Progo Supriyadi.

Petani pesisir selatan Pantai Kulon Progo selama ini dikenal sebagai petani yang menghasilkan komoditas sayur mayur termasuk cabai yang dipasarkan di kota-kota besar di Jawa Barat dan Sumatera.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6