Populasi Bekantan Turun, Pemkot Tarakan Dirikan Konservasi Seluas 22 Hektare

Pemkot Tarakan, Kalimantan Utara mendirikan kawasan hutan konservasi untuk melestarikan populasi bekantan yang kian turun.

Diterbitkan 08 Februari 2019, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Fokus, Tarakan - Kondisi hewan endemik pulau Kalimantan, Bekantan, semakin mengkhawatirkan. Populasi mereka menyusut akibat perburuan liar.

Untuk melestarikan si monyet Belanda ini, pemerintah membangun kawasan konservasi di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.  

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Jumat (8/2/2019), populasi monyet berwarna cokelat keemasan tersebut menurun drastis jadi 25 ribu ekor.

Untuk menyelamatkan populasi hewan langka dan dilindungi ini, Pemkot Tarakan mendirikan kawasan konservasi mangrove dan bekantan seluas 22 hektare pada 2001.  

Awalnya, hanya enam ekor bekantan yang hidup di kawasan tersebut. Namun, pada tahun 2018 jumlahnya mencapai 42 ekor.  

Kehadiran hutan banyak memberikan dampak positif. Selain meningkatkan populasi bekatan, hutan mangrove melindungi bibir pantai Kota Tarakan dari abrasi. (Karlina Sintia Dewi)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6