Sukses

Usai Longsor, Tinggi Gunung Anak Krakatau Tinggal 110 Meter

Liputan6.com, Jakarta - Tinggi Gunung Anak Krakatau menyusut dari 338 meter menjadi 110 meter akibat terjadi longsor di dalam laut.

Hal ini diketahui dari video yang diunggah oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Pada video yang diambil dari atas helikopter itu, terlihat perubahan pada tubuh Gunung Anak Krakatau. Terlihat pula bagian Gunung Anak Krakatau yang kembali muncul ke atas permukaan laut.

Kepala Bidang Diseminasi Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) M Priyatna mengatakan bagian barat-barat daya Gunung Anak Krakatau pada saat ini kembali muncul ke atas permukaan air, setelah mengalami kehancuran yang diduga karena longsor.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan pada citra TerraSAR-X pada 29 Desember 2018, bagian tubuh Gunung Anak Krakatau bagian barat-barat daya telah hancur, diduga mengalami longsor dan masuk ke laut estimasi dengan luasan area yang berkurang sekitar 49 hektare.

"Akumulasi erupsi setelahnya mengeluarkan material vulkanik yang terkumpul di sekitar kawah, sehingga bagian Barat-Barat Daya Gunung Anak Krakatau kembali muncul ke atas permukaan air seperti yang terlihat pada citra tanggal 9 Januari 2019," ujar Priyatna seperti dikutip dari Antara, Senin (14/1/2019).

Menurut Priyatna, telah terjadi perubahan morfologi di Gunung Anak Krakatau dengan cukup cepat.

Hal itu, kata dia, diketahui berdasarkan pengamatan pada citra TerraSAR-X pada 30 Agustus 2018 pukul 05.47 WIB, pada 29 Desember 2018 pukul 05.47 WIB, dan pada 9 Januari 2019 pukul 05.47 WIB.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 dari 2 halaman

Video Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau

Sebelumnya beredar video tentang kondisi Gunung Anak Krakatau pascaerupsi yang diambil dari udara tersebut diunggah Earth Uncut TV.

Dalam video yang disebarluaskan kembali oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam akun twitternya, tampak air laut berwarna kecoklatan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Sutopo melalui akun Twitter @Sutopo_PN pada Sabtu (12/1) menjelaskan warna orange kecoklatan adalah hidrosida besi (FeOH3) yang mengandung zat besi tinggi yang keluar dari kawah dan larut ke dalam air laut.

Dia juga menyebutkan tubuh Gunung Anak Krakatau telah banyak berubah. Dalam video tersebut tampak ketinggian gunung berkurang, saat ini hanya 110 meter dari sebelumnya 338 meter karena longsor dan letusan pada akhir 2018.

Loading
Artikel Selanjutnya
Bagian Tubuh Gunung Anak Krakatau Kembali Muncul ke Permukaan
Artikel Selanjutnya
LIPI: Zat Besi Tinggi dari Gunung Anak Krakatau Suburkan Perairan