Sukses

Warga Sebut Lingkungan Rumah Pimpinan KPK Laode M Syarif Memang Sepi

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif di Jalan Kalibata Selatan, No 42 C, Jakarta Selatan menjadi sasaran teror berupa pelemparan bom molotov. Dinding bagian depan rumah Laode terlihat hitam akibat bom molotov.

Seorang tetangga Laode, Sofan (71) mengaku tak mendengar peristiwa pelemparan botol kaca bom molotov. Sebab, kondisi di kawasan rumah pimpinan KPK tersebut sering sepi.

"Di sini memang sepi. Motor satu atau dua. Kalau sudah di atas jam 12, motor 1 atau 2 lewat," kata Sofan di sekitar rumah Laode, Rabu (9/1/2019).

Menurut Sofan, kejadian itu sungguh tak diduga. Sebab, rumah Laode selalu dijaga oleh petugas kepolisian selama 24 jam.

"Anggota dari kepolisian 24 jam, di dalam pagar rumah jaga ya, tiap hari. Setahu saja 2 orang. Empat sih tapi bergilir. Ganti shift gitu. Kadang dia masuk kami negur. Tapi polisinya selalu negur kita, pakaian polisi, ada juga yang dinas. Saya nggak kenal, wajah tahu tapi," ujar dia

Dia mengatakan, Wakil Ketua KPK Laode sangat ramah di lingkungan. Dia sering hadir apabila warga ada acara pernikahan.

"Laode itu baik orangnya. Orangnya famiiliar, cuma saya belum pernah ketemu langsung. Kalau setiap harinya lihat juga enggak. Mungkin kesibukan beliau ya. Kalau saya sendiri kan tiap hari di rumah," kata dia yang mengaku belum pernah bercakap-cakap secara langsung dengan Laode. 

"Masuk mobil keluar langsung. Kadang lewat belakang. Ada loh pintu belakang," pungkas Sofan.

2 dari 3 halaman

Molotov

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait teror bom di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan. Hasilnya, polisi menemukan dua molotov yang dilemparkan ke rumah pimpinan KPK itu.

"Ada dua botol isinya bahan bakar. Ada dua biji yang dilemparkan, sekali tidak nyala dan tidak pecah atau masih utuh. Yang kedua pecah," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

Selain itu, polisi juga menerima laporan terkait teror benda diduga bom di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Ditemukan tas warna hitam di pagar rumah Agus. Namun Argo tak mengungkap benda yang ada di dalam tas tersebut.

"Di kediaman Ketua KPK di Bekasi, ada tas yang ditemukan tercantel di pagar," ucap dia.

 

Reporter: Ronald

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Potret dan Sejarah Kota Tertua di Indonesia

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Ketua KPK: Pelapor Kasus Korupsi Akan Dapat Perlindungan dan Hadiah
Artikel Selanjutnya
Rumah Pimpinan KPK Diteror, Menko Polhukam: Tangkap Pelakunya