Sukses

Trauma Healing untuk Warga Pandeglang Korban Tsunami Selat Sunda

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Pandeglang memberikan trauma healing bagi warga korban tsunami Selat Sunda. Langkah ini diberikan untuk menghilangkan ketakutan atau trauma akibat bencana yang melanda Banten dan Lampung Selatan, Sabtu 22 Desember 2018.

"Mereka yang masih merasakan trauma, kita lakukan trauma healing. Aktifitas gunung anak Krakatau juga masih tinggi," kata Irna Narulita, Bupati Pandeglang, Rabu (26/12/2018).

Pemerintah bersama relawan, masih kekurangan tenda pengungsian. Sehingga akan menggunakan fasilitas umum, seperti sekolah, kantor pemerintah dan instansi, sampai rumah ibadah untuk menampung korban tsunami Selat Sunda.

Lokasi pengungsian akan dipilih, berjarak satu kilometer dari garis pantai, sesuai himbauan dari BMKG.

"Mudah-mudahan kami cari, karena tadi (setiap kampung) ada yang empat ribu orang, dua ribu orang," terangnya.

Irna telah mengeluarkan status bencana daerah, yang mulai berlaku sejak Minggu, 23 Desember 2018.

"sudah saya buat untuk 14 hari kedepan, tiga hari yang lalu sudah saya tanda tangani," jelasnya.

.

2 dari 2 halaman

Pengungsi Capai 26 Ribu Jiwa

Berdasarkan data sementara, jumlah pengungsi tsunami Selat Sunda berjumlah 26.875 jiwa. Irna data itu masih belum bisa dipastikan kebenarannya.

"Jadi mohon waktu sebentar, karena satu lain hal. Bisa jadi kepala desanya menjadi korban atau pergi ke tempat yang jauh, tapi sedang disisir, sedang direkap semua, yang hilang, yang meninggal," kata Irna.

Irna telah meminta para camat untuk segera mendatangi ulang warganya yang menjadi korban tsunami. Baik korban hilang, luka, mengungsi hingga korban jiwa.

"Kami juga perlu bersinergi, apakah masih ada korban jiwa yang belum ditemukan," terangnya.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Satu Tahun Tsunami Selat Sunda, Kebangkitan Warga dan Wisata Anyer