Sukses

Siswa Pengisap Tembakau Gorila di Tangerang Tak Dikeluarkan dari Sekolah

Liputan6.com, Tangerang SMK Negeri tempat dua siswa yang kedapatan teler akibat konsumsi ganja sintetis atau tembakau gorila tidak akan mengeluarkan kedua siswanya itu. Pihak sekolah hanya memberikan sanksi skorsing. 

"Kalau sanksi, jujur kalau kita ikutin emosi saya bisa saja terapi aturan. Tapi ingat, anak ini baru kelas satu, masa depan masih jauh apa iya harus diikat. Sekalipun positif, akan diberikan kesempatan lah," kata Kepala SMK 2 Tangerang Dedi Kurniadi, Rabu (24/10/2018).

Meski begitu, Didik mengaku kecolongan atas ulah nakal kedua siswanya, D dan R. Kecolongan dimaksud, kata Didik, karena tidak ada tes urine saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada tahun ajaran 2018-2019.

Padahal, kata dia, tes urine tersebut ada saat PPDB tahun ajaran sebelumnya, sehingga pihaknya bisa mengantisipasi calon siswa yang positif pengguna narkoba. Namun sayangnya, pada PPDB tahun ini tidak ada.

"Karena sekarang kan tahu, Pak Wahidin (Gubernur Banten) itu jelas (instruksikan) sekolah gratis. Tapi untuk pemeriksaan kan butuh dana. Kita dana dari mana? Makanya tahun ini kita tidak ada pemeriksaan, eh kecolongan," ujarnya. 

 

2 dari 3 halaman

Tes Urine

Namun, kejadian kali ini akan jadi pelajaran untuknya agar di penerimaan siswa tahun depan akan diberlakukan kembali tes urine tersebut." Besok siswa baru harus diperiksa (tes urine)," tegasnya.

Dia melanjutkan, sejauh ini, pihak sekolah telah bekerjasama dengan instansi seperti BNN, Polri dan Pemerintah untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, diantaranya dengan menggelar serangkaian kegiatan penyuluhan bagi siswanya.

"Kalau dari sekolah kita hampir secara periode selalu penyuluhan terkait kenakalan remaja, bahaya narkoba, lalu lintas," tuturnya.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: