Komisaris dan Direksi PT Telkom Diganti

RUPS Luar Biasa PT Telkom memutuskan untuk mengangkat Kristiono sebagai direktur utama. Lantaran dinilai tak solid, seluruh anggota komisaris periode 2000-2004 dipecat.

Diterbitkan 22 Juni 2002, 05:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • RUPSLB PT Telkom mengangkat Kristiono sebagai direktur utama baru.
  • Seluruh komisaris lama dipecat, Bacelius Ruru dipertahankan sebagai komisaris utama.
  • Pergantian direksi dan komisaris atas permintaan pemerintah karena ketidaksolidan.

Liputan6.com, Jakarta: Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Telkom Tbk. di Gedung Telkom Jl. Gatot Subroto yang berakhir, Jumat (21/6) malam, memutuskan untuk mengangkat Kristiono sebagai direktur utama. Seluruh anggota komisaris periode 2000-2004 juga dipecat. Sementara Bacelius Ruru tetap dipertahankan menempati posisi semula sebagai komisaris utama. Dalam RUPSLB juga diputuskan untuk menetapkan dua orang komisaris independen. Menurut Deputi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Bidang Pertambangan,Telekomonikasi, dan Industri Strategis Roes Ariawijaya, pergantian direksi dan komisaris ini merupakan permintaan pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas PT Telkom. Pemerintah menilai, jajaran direksi lama yang dipimpin M. Muzief tidak solid. Indikasinya terjadi perbedaan visi sehingga menciptakan iklim yang tidak kondusif bagi pengembangan usaha. Mayoritas jajaran direksi baru berasal dari dalam. Kristiono sebelumnya menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Teknologi Telkom. Sedangkan Direktur Sumber Daya Manusia adalah Agus Utoyo yang sebelumnya menjabat Kepala Proyek Restrukturisasi. Sementara Direktur Perencanaan dan Teknologi ditunjuk Suryatin Setyawan yang sebelumnya adalah Direktur Riset & Teknologi Informasi dan Staf Ahli Dirut Telkom. Sedangkan dua direksi lainnya dari Indosat masing-masing Direktur Keuangan Guntur Siregar yang jabatan sebelumnya sebagai Direktur Niaga serta Direktur Operasi dan Pemasaran adalah Garuda Sugardo, sebelumnya sebagai Direktur Teknik dan Operasional.(YYT/Rike Amru dan Rafael Setyo)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6