Sukses

2 Cara Jokowi Bangun Perbatasan Negara

Liputan6.com, Jakarta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan, kesejahteraan menjadi kunci membangun kedaulatan crossborder. Pemerintahan Jokowi, kata dia, sangat fokus membangun perbatasan.

"Kami terus tingkatkan kesejahteraan masyarakat di perbatasan. Hal ini selalu menjadi komitmen Pak Jokowi,” ungkap Moeldoko, Jakarta, 6 Agustus 2018.

Untuk menguatkan ekonomi, PLBN Entikong, Kalimantan Barat, saat ini sedang menyelesaikan pembangunan buffer zone. Pada kawasan penyangga ini, nantinya akan berdiri pasar modern, pasar tradisional, wisma Indonesia, dan mes petugas.

Ada juga fasilitas rest area, subterminal, plasa, hingga zona hiburan. Saat ini proses pembangunan zona pendukung ini sudah 56,3 persen dan bisa beroperasi penuh pada 2019.

Moeldoko menyatakan, pasar tradisional diprioritaskan bagi masyarakat setempat. Beberapa prodak yang di-display di antaranya hasil kerajinan tangan, produk olahan UMKM, juga hasil pertanian. 

"Mengelola batas negara melalui sistem keamanan sangat kurang tepat. Masih ada cara terbaik, yaitu dengan penguatan sistem ekonomi," jelas Moeldoko.

Moeldoko yang pernah menjabat Panglima Daerah Militer Tanjungpura, Kalimantan Barat, mengatakan permasalahan yang dihadapi Indonesia cukup kompleks di perbatasan. Mulai dari pergeseran patok perbatasan, kejahatan transnasional, upaya penyelundupan, hingga imigran ilegal.

Potensi ini muncul dari efek negara yang memiliki wilayah luas dan memiliki perbatasan dengan banyak negara.

"Pemerintah memiliki dua metode. Kesejahteraan dan keamanan. Konsep ini cukup efisien juga kuat. Kalau dengan pendekatan keamanan yang diutamakan, maka tinggal tempatkan personel militer dan alutsista di sepanjang perbatasan Kalimantan-Malaysia," kata dia lagi.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Bangun Sentra Ekonomi di Kaltara

Atas dasar konsep kedaulatan crossborder, Indonesia membangun sentra ekonomi di Kalimantan Utara.

Pemerintah memang membangun empat pasar bernama Toko Indonesia. Masyarakat juga dilibatkan secara aktif di sana. Moeldoko menyebut kolaborasi menjaga kedaulatan negara di perbatasan sebagai Public Private People Partnership.

"Pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di sana akan terjamin. Hidup mereka menjadi lebih baik. Masyarakat yang dilibatkan secara aktif dalam pembangunan akan memunculkan sense of belonging. Dengan beragam pembangunan infrastruktur, masyarakat akan selalu merasa jadi bagian dari Indonesia,” kata Moeldoko.

Loading
Artikel Selanjutnya
Parpol Koalisi Jokowi Akan Datangi KPU Hari Ini, Ada Apa?
Artikel Selanjutnya
Airlangga Jadi Cawapres, Gerak Mesin Politik Golkar Kian Solid