Sukses

5.303 Kendaraan Ditilang Selama 5 Hari Perluasan Sistem Ganjil Genap

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menindak pengendara yang melanggar perluasan sistem ganjil genap. Selama dimulainya operasi, tercatat ribuan pelanggar yang ditilang polisi.

"Total penindakan tilang ganjil genap selama lima hari dari tanggal 1 Agustus hingga 5 Agustus kemarin, jumlahnya sudah mencapai 5.303 kendaraan," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/8/2018).

Dari hasil penilangan itu, polisi menyita 2.144 lembar SIM dan 2.057 lembar STNK.

Sementara jumlah penilangan terbanyak dilakukan oleh Subdit Gakkum Polda Metro Jaya sebanyak 947. Disusul dengan Polres Jakarta Pusat berjumlah 867 penilangan dan Polres Jakarta Selatan berjumlah 863 penilangan.

"Jumlah kendaraan yang ditilang pada akhir pekan mengalami penurunan. Jumlah pengendara yang ditilang pada Sabtu (4 Agustus) berjumlah 1.041 dan pada Minggu (5 Agustus) berjumlah 754," ujarnya.

Budiyanto mengatakan, penurunan penilangan kendaraan karena aturan ganjil genap pada akhir pekan mencapai 28 persen.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

1 dari 2 halaman

Sandi Terima Banyak Keluhan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengakui banyak protes terkait kebijakan ganjil genap di Jakarta. Protes tidak hanya datang dari tokoh seperti Hotman Paris Hutapea, melainkan juga dari warga biasa.

"Saya terima masukannya dan sebetulnya bukan Pak Hotman saja, tapi banyak sekali masyarakat yang ngeluh," kata Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Senin (6/8/2018).

Sandiaga menjelaskan, kebijakan ganjil genap bertujuan agar warga mau berpindah ke transportasi umum sekaligus melancarkan Asian Games.

"Saya jelaskan. Satu, kita menerapkan ERP next year, dan MRT akan beroperasi next year, dan LRT sudah mulai operasional mulai beberapa hari ke depan. Kita sama-sama patuhi ganjil genap ini untuk Asian games," ucap dia.

 

Reporter: Ronald

Sumber: Merdeka

Artikel Selanjutnya
Ketua DPR Sampaikan Duka Korban Bencana Gempa Lombok
Artikel Selanjutnya
Beda Nawacita Jilid I dan II yang akan Ditawarkan Jokowi