Sukses

Hari Pancasila Dinilai Momen Pererat Persatuan dan Obat Radikalisme

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap peringatan hari Pancasila menjadi momen untuk bisa mempererat persatuan. Dia meminta agar masyarakat selalu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara.

Harapan itu disampaikannya saat memimpin doa pada hari Pancasila di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta.

"Ya Allah, jauhkanlah bangsa ini dari perselisihan, permusuhan, dan perpecahan. Anugerahilah bangsa kami kemampuan mengamalkan Pancasila sebagai dasar kenegaraan dan kebangsaan, dasar di mana negara kami didirikan, dasar di mana merah putih kami dikibarkan, dan dasar di mana bangsa kami berpijak sekaligus bertujuan," kata Lukman, Jumat (6/1/2018).

Sementara itu Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romi mengajak semua elemen untuk membangun kesadaran tentang arti penting Pancasila. Menurut dia, Pancasila merupakan pemersatu keragaman yang ada di Indonesia.

"Sebagai alat pemersatu, ia adalah titik temu semua agama, suku dan golongan. Bisa jadi ada hal yang tidak memuaskan satu dua pihak, namun itulah titik optimal," ucap Romi.

Dia pun menuturkan, seiring banyaknya undang-undang atau pasal dalam undang-undang yang dibatalkan Mahkamah Konstitusi karena dinilai bertentangan dengan UUD 1945 dan dengan Pancasila, maka harus bisa menjadikannya sebuah tolak ukur.

"Menjadikan Pancasila sebagai tolok ukur seluruh turunan UUD. Jika setiap butir pasal dalam penyusunan UU ditolok ukurkan kepada Pancasila, insyaallah tidak ada lagi pembatalan norma oleh MK," jelas Romi.

Dia juga mengajak agar Pancasila dapat dijadikan sebagai pedoman keseharian di masyarakat.

"Menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai obat intoleransi, radikalisme dan liberalisme yang hari ini menyasar seluruh lini kehidupan bangsa," pungkas Romi.

 

 

2 dari 2 halaman

Asal Usul Pancasila

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga menyoroti hari Kelahiran Pancasila. Menurut dia, masyarakat harus lebih memahami aspek asal usul lahirnya Pancasila.

"Jadi kelahiran Pancasila hari ini harus ditekankan pada aspek bagaimana dia lahir, sehingga kita jadi memahami secara komprehensif," jelas Fahri.

Pemahaman aspek kelahiran Pancasila dinilainya sangat penting terutama bagi politisi. Aspek itu bisa mencegah penyalahgunaan Pancasila.

"Kalau kita mengerti sebab-sebab lahirnya maka kita juga tahu cara apabila menghadapi kealpaan atau penyimpangan yang terjadi dalam perjalan sejarah," ujarnya.

"Ini penting untuk terutama pejabat atau politisi sehingga tidak digunakan untuk memecah belah," lanjutnya.

Fahri menjelaskan, Pancasila lahir dari saripati pemahaman negara dan agama. Namun, saat ini banyak yang menyalahgunakannya untuk memecah belah bangsa.

"Sampai kemudian orang bentur-benturkan termasuk presiden sendiri terjebak untuk memisah-misahkan bahkan kemudian menjadi sebab adu domba dan perpecahan di masyarakat," ucap Fahri.

 

Reporter: Intan Umbari Prihatin

 

Saksikan tayangan video menarik berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Berikan Penghargaan 74 Ikon, BPIP: UNS Jadi Benteng Ideologi Pancasila
Artikel Selanjutnya
Rangkaian Pemberian Penghargaan 74 Ikon Pancasila Dimulai