Sukses

Teror Bom, Gelar Pahlawan Kemanusiaan untuk Sang Pemberani

Jakarta - Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan gelar Pahlawan Kemanusiaan bagi sejumlah sosok pemberani dalam teror bom Minggu 13 Mei 2018. Penghargaan gelar Pahlawan Kemanusiaan diberikan saat Hari Ulang Tahun ke-725 Surabaya, 31 Mei mendatang.

"Yang sudah pasti Bayu. Ada banyak usulan agar Yesaya juga dapat," ujar Kabag Kesra Pemkot Surabaya Imam Siswandi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/5/2018).

Keduanya berjasa menghadang teroris yang hendak merangsek ke gereja pada Selasa 8 Mei 2018. Tanpa keduanya, korban bom sangat mungkin akan jatuh lebih banyak.

Aloysius Bayu Rendra Wardhana menghadang kakak beradik putra Dita Oepriarto yang mengendarai sepeda motor sambil membawa bom di gerbang Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Jalan Ngagel Madya. Tubuh Bayu hancur seketika. Koordinator relawan keamanan Gereja SMTB itu meninggalkan seorang istri dan dua buah hati yang masih balita.

Aksi heroik juga dilakukan Yesaya Bayang, petugas keamanan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro. Dia memegangi pelaku bom bunuh diri sehingga tak ada korban jiwa. Kondisinya kini masih kritis dan dirawat di RSAL dr Ramelan.

Sangat mungkin Yesaya juga mendapatkan gelar Pahlawan Kemanusiaan tersebut.

 

 

1 dari 2 halaman

Pertama Kali

Imam menerangkan, penghargaan diperuntukkan bagi mereka yang berhasil menyelamatkan nyawa orang lain dalam serangan teror bom itu. Pihaknya kini menelusuri seluruh cerita sehingga tidak tertutup kemungkinan ada orang lain lagi yang juga menerima penghargaan.

Ini merupakan pertama kalinya Pemkot Surabaya memberikan penghargaan Pahlawan Kemanusiaan tersebut.

Baca berita menarik lainnya di Jawapos.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
Menteri Yohana: Seret Anak ke Terorisme, Orangtua Bisa Dihukum
Artikel Selanjutnya
Lilin Lintas Iman Menyala dari Banyumas untuk Indonesia