Sukses

Akbar Tandjung: Wajar Panglima TNI Disebut Calon Wapres 2019

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung menyebut Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi salah satu kandidat Wapres pada Pemilu 2019, mendampingi Jokowi. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Balikpapan, Kalimantan Timur, pekan lalu.

Adapun Golkar telah mendeklarasikan dukungan untuk Joko Widodo sebagai calon presiden 2019. Sosialisasi terhadap calon presiden pun gencar dilakukan. Sementara Gatot akan selesai masa baktinya di TNI pada Maret 2018. Artinya akhir 2017 sudah ada nama yang muncul menggantikan posisinya sebagai Panglima.

"Saya milih yang konteks Indonesia. Panglima TNI itu posisi penting dan sangat strategis. Dalam konteks itu, kalau dia disebut-sebut sebagai calon wakil presiden ya wajar saja. Itu posisi yang tinggi sebagai panglima TNI. Panglima TNI kan sudah melalui suatu proses yang boleh dikatakan seleksi kepemimpinannya sudah teruji," ucap Akbar usai menghadiri acara buka puasa di DPP Perindo, Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Dia mengaku cukup dekat dengan sosok Gatot. Pun dengan keluarganya. Mereka sudah saling mengenalnya.

"Secara pribadi kami dekat. Dia kan orang Solo. Dengan istri saya apalagi. Dengan istri beliau juga dekat. Saya pribadi juga dekat dengan beliau. Itu itu aja," ungkap Akbar.

Walaupun demikian, lanjut dia, masih ada orang yang cocok mendampingi Jokowi dalam ajang demokrasi 2019 mendatang. Sosok tersebut tentu harus memiliki rekam jejak yang baik.

"Tentu orang yang sudah mempunyai rekam jejak yang memperlihatkan orang itu memiliki kemampuan, kepemimpinan, memiliki visi untuk membangun Indonesia, memiliki komitmen untuk membangun kebersamaan, persatuan, menghormati keanekaragaman kita. Diharapkan juga mempunyai pengalaman yang cukup dalam dunia politik," jelas Akbar.

Saat ditegaskan, siapa nama yang paling cocok selain Panglima TNI? Dia menuturkan dirinya tidak dalam posisi untuk mengungkapkannya secara gamblang.

"Kita tunggu aja. Mungkin pada tahun-tahun menjelang 2019 sudah mulai muncul. Dari situ mungkin kita bisa lihat satu per satu," tegas Akbar.

 

Loading