Liputan6.com, Palembang: Ajun Komisaris Polisi Agung Budiono dan Inspektur Dua Armon, baru-baru ini, dicopot dari jabatannya. Pasalnya, keduanya dinilai lalai dan mempermalukan institusi kepolisian, menyusul kaburnya tersangka Sucai--bos kasus narkotika dan obat-obat berbahaya--yang ditangkap 8 November 2001. Kedua perwira pertama (Pama) itu masing-masing menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kepolisian Kota Besar Palembang Ajun dan Kepala Unit Reserse Narkotik.
Keputusan pencopotan tersebut berdasarkan keputusan Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang diketuai Kepala Daerah Sumatra Selatan Inspektur Jenderal Polisi Didi Widayadi. Selain dua Pama itu, DKP juga memeriksa enam bintara. Sedangkan pemeriksaannya memakan waktu selama tiga hari. Namun, seorang bintara bernama Brigadir Polisi Zulkanaen ditahan. Sebab, dia diduga yang mengantar tersangka menuju kejaksaan.
Sejauh ini, Polda Sumsel terus menyelidiki kemungkinan para polisi ini menerima suap dari Sucai. Sedangkan hilangnya bos ekstasi itu terungkap setelah Poltabes Palembang mengatakan bahwa berkas tersangka sudah diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri setempat. Padahal Kejari Palembang menyatakan belum menerima tersangka maupun barang bukti berupa 500 pil ekstasi, 2,5 ram shabu- shabu dan uang tunai sebesar Rp 12 juta.
Dengan sejumlah barang bukti tersebut, Kapolda Sumsel menduga ada kolusi antara polisi dan aparat Kejaksaan. Sehingga secara intensif Polda Sumsel memeriksa delapan polisi yang terlibat. Kendati begitu, para wartawan kerap dihalangi saat akan mengambil gambar. Tak hanya itu, pemeriksaan maupun upacara serah terima jabatan mendadak dan tertutup. Setelah pencopotan Kasatserse Poltabes Palembang dari AKP Agung Budiono kepada Komisaris Polisi Wahyu Triwidodo.(ANS/Ajmal Rokian dan Yanuar Ichrom)
Keputusan pencopotan tersebut berdasarkan keputusan Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang diketuai Kepala Daerah Sumatra Selatan Inspektur Jenderal Polisi Didi Widayadi. Selain dua Pama itu, DKP juga memeriksa enam bintara. Sedangkan pemeriksaannya memakan waktu selama tiga hari. Namun, seorang bintara bernama Brigadir Polisi Zulkanaen ditahan. Sebab, dia diduga yang mengantar tersangka menuju kejaksaan.
Sejauh ini, Polda Sumsel terus menyelidiki kemungkinan para polisi ini menerima suap dari Sucai. Sedangkan hilangnya bos ekstasi itu terungkap setelah Poltabes Palembang mengatakan bahwa berkas tersangka sudah diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri setempat. Padahal Kejari Palembang menyatakan belum menerima tersangka maupun barang bukti berupa 500 pil ekstasi, 2,5 ram shabu- shabu dan uang tunai sebesar Rp 12 juta.
Dengan sejumlah barang bukti tersebut, Kapolda Sumsel menduga ada kolusi antara polisi dan aparat Kejaksaan. Sehingga secara intensif Polda Sumsel memeriksa delapan polisi yang terlibat. Kendati begitu, para wartawan kerap dihalangi saat akan mengambil gambar. Tak hanya itu, pemeriksaan maupun upacara serah terima jabatan mendadak dan tertutup. Setelah pencopotan Kasatserse Poltabes Palembang dari AKP Agung Budiono kepada Komisaris Polisi Wahyu Triwidodo.(ANS/Ajmal Rokian dan Yanuar Ichrom)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/367605/original/100202aEkstasi3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)