Cerita Dokter Bedah Tangani Demonstran Bipolar di Demo 4 November

IPHI menyiapkan sejumlah dokter, termasuk dokter bedah, untuk membantu para pengunjuk rasa yang mengalami masalah kesehatan selama demo.

Diterbitkan 04 November 2016, 17:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Tim medis GNPF MUI dan IPHI siapkan 24 posko kesehatan untuk demonstran.
  • Demonstran sering alami dehidrasi, kelelahan; disiapkan air minum dan obat ringan.
  • Dokter bedah siaga antisipasi luka berat, bahkan tangani kasus bipolar.

Liputan6.com, Jakarta - Aksi damai menuntut proses hukum penista agama pada 4 November 2016 masih terus berlangsung. Sejak mulai digelar yakni usai salat Jumat hingga sore hari, tak terdengar ada aksi yang mengkhawatirkan.

Kendati demikian, para dokter tetap bersiaga di 24 titik posko untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada demonstran yang membutuhkan. Termasuk di antaranya para dokter bedah.

Para dokter tersebut hadir di tengah-tengah demonstran, di bawah komando tim medis Gerakan Nasional Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).

"Ada 24 titik posko kesehatan yang disiapkan, salah satunya dari IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia), yang ada di posko 22 ini," kata Ketua Departemen Kesehatan IPHI dr Fidiansjah, di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (4/11/2016).

Ia mengatakan, IPHI menyiapkan sejumlah dokter, termasuk dokter bedah, untuk membantu para pengunjuk rasa yang mengalami masalah kesehatan selama mengikuti demo 4 November.

"Kebanyakan sih dalam situasi seperti ini, yang terbawa emosional, orang biasanya mengalami dehidrasi, kelelahan, jatuh, dan pusing," ujar Fidiansjah, seperti dilansir Antara.

Oleh karena itu, pihaknya yang tergabung dalam Tim Medis GNPF MUI lebih banyak menyiapkan air minum dan obat-obatan ringan, termasuk parasetamol.

"Saya yakin sekitar 30 persen yang datang dalam aksi ini pernah berhaji. Jadi, kami melakukan ini sebagai bagian untuk mencapai mabrur sepanjang hayat dengan ikut dalam kiprah sosial hari ini," ujar Fidiansjah, yang ditemani beberapa dokter lainnya.

Seorang dokter bedah, Muhammad Rifki menambahkan, kehadirannya sebagai dokter bedah untuk mengantisipasi bila ada yang terluka berat dan membutuhkan pembedahan selama demo berlangsung.

"Tadi juga ada (demonstran) yang menderita bipolar, dan sudah tenang setelah kami beri obat," ujar Rifki.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Demo 4 November adalah aksi unjuk rasa yang dikoordinasi oleh sejumlah organisasi massa Islam di Jakarta.
    Demo 4 November adalah aksi unjuk rasa yang dikoordinasi oleh sejumlah organisasi massa Islam di Jakarta.
    Demo 4 November
  • Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Demo
  • Megapolitan
  • Dokter bedah