Sukses

4 Remaja Pencuri Sepeda Motor Anggota TNI AL Pakai Cairan 'Setan'

Liputan6.com, Depok - Empat remaja pencuri sepeda motor milik TNI AL ternyata tak pernah mengenyam pendidikan SMA. Dalam aksinya, komplotan remaja yang berumur 16 hingga 20 tahun ini, memanfaatkan cairan kimia untuk merusak gembok pagar rumah.

"Mereka FA, AM, SA, F merupakan remaja yang putus sekolah. Rata-rata lulusan SMP. Bahkan, ada yang hanya lulusan SD," kata Panit Reskrim Polsek Pancoran Mas Iptu Darminto kepada Liputan6.com, Selasa (2/8/2016).

"Dalam menjalankan aksinya mereka punya peran masing-masing," sambung dia.

Empat remaja ini sudah tiga kali mencuri kendaraan bermotor, yakni di wilayah Pancoran Mas dan Cipayung, Depok. Pencurian sepeda motor itu selalu dimotori SA dan F.

Peran F ialah membuka gembok pagar rumah, dengan cara meneteskan cairan kimia ke gembok. Setelah rusak, gembok itu dipukul menggunakan martil.

Sedangkan, peran SA merusak stop kontak sepeda motor curiannya menggunakan kunci T. Sementara, FA dan AM bertugas mengawasi area di sekitar rumah.

"Modus merusak gembok dengan cairan kimia ini baru pertama kali ditemukan. Sasaran mereka motor jenis matic yang terpakir di halaman rumah," ungkap Darminto.

Empat remaja pencuri sepeda motor ini tak punya penadah tetap. Mereka menjual hasil curiannya hanya ke orang-orang yang ditemuinya di jalan. Satu sepeda motor hasil curiannya dijual Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta. Nantinya, uang itu akan dibagikan sesuai tugas masing-masing.

"Dari pengakuan SA, F yang menjual. Makanya yang paling banyak dapet besar itu mereka berdua," ujar Darminto.

Polisi telah memetakan lokasi yang dianggap rawan pencurian sepeda motor di Kecamatan Pancoran Mas, yakni Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kelurahan Depok, dan Kelurahan Pancoran Mas.

Untuk itu, polisi mengimbau kepada para pemilik sepeda motor, agar tidak memarkirkan kendaraan di ruangan terbuka. Selain itu, agar menggunakan kunci ganda.

"Usahakan jangan parkir motor di luar, kalau bisa di garasi tertutup dan jangan lupa pakai kunci pengaman," pungkas Darminto.

Mengintai Sasaran

Sementara, SA mengklaim, mencuri sepeda motor karena kepepet untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Walau pun sebenarnya ia takut bila ketahuan dan dikeroyok massa.

"Saya sebenernya takut. Tapi mau gimana lagi, namanya butuh uang, ya caranya dengan seperti ini. Buktinya satu motor saya bisa dapat Rp 600 ribu sampai Rp 700 ribu," ujar SA kepada Liputan6.com.

SA bersama komplotannya selalu merencanakan aksi lebih dulu. Mereka mengintai rumah yang akan menjadi sasarannya.

"Saya melakukannya selalu pagi hari sekitar jam 02.00. Tugas saya merusak kontak motor pakai letter T," tutup SA.

Jajaran Polres Kota Depok sebelumnya menangkap empat remaja yang diduga spesialis pencurian sepeda motor. Dari hasil penyelidikan, mereka sudah dua kali mencuri sepeda motor anggota TNI yang sama.