Sukses

Penyebab Eksekusi Mati Rampung 00.45 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Empat gembong narkoba telah dieksekusi mati, Jumat (29/7/2016), dinihari di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Keempat pengedar barang haram kelas kakap itu yakni Freddy Budiman (WNI), Seck Osmane (Senegal), Michael Titus (Nigeria), dan Humprey Ejike (Nigeria).

Jaksa Agung HM Prasetyo mengungkapkan, keempat terpidana mati itu dieksekusi di Lapangan Penembakan Tunggal Panaluan, Nusakambangan.

"Tempat itu paling ideal," kata Prasetyo di Jakarta, seperti dikutip dari Antara.

Dalam pelaksanaannya, eksekusi mati itu meleset dari rencana. Semula eksekusi mati dijadwalkan berlangsung Jumat dinihari pukul 00.00 WIB. Namun, karena hujan lebat mengguyur Nusakambangan di jam itu, eksekusi mati akhirnya berlangsung pukul 00.45WIB.

Selain masalah cuaca yang tidak bersahabat, tidak ada hambatan dan gangguan lain selama proses pelaksanaan eksekusi mati.

Hujan lebat disertai angin kencang melanda Nusakambangan hingga pukul 00.30 WIB. Petir juga terus menggelegar hingga membuat suasana di Pulau Nusakambangan semakin tegang.

"Geledeknya suaranya besar banget. Jadi bikin tambah seram," kata Erna, warga setempat kepada Liputan6.com.

"Lain dari tahun kemarin. Lebih seram kayaknya, hujan gede gini," ucap seorang warga lainnya, Afif (48), yang mengaku beberapa kali datang ke tempat tersebut untuk melihat jenazah terpidana mati keluar setelah dieksekusi.

Buruknya cuaca, kata pengacara salah satu terpidana mati Saut Edward, menyebabkan tenda di lokasi eksekusi mati sempat roboh diterjang angin kencang.

"Iya, tenda sempat roboh, dan banyak petugas di sana yang basah kuyup," ujar Saut saat dihubungi via telepon oleh Liputan6.com.